Korban meninggal dunia, diduga karena penyakitnya yang sudah menahun atau kronis. Selain itu, sebelum meninggal dunia, korban ini telah pegri meninggalkan rumahnya pada lima hari terakhir dengan membawa golok dan diperkirakan pergi ke kebun untuk mencari bambu.
“Jadi, memang korban ini profesinya sebagai penjual bambu. Nah, untuk jarak lokasi penemuan jadad, jaraknya cukup jauh. Iya, ada sekitar 5 kilometer jaraknya itu dari rumah korban ” imbuhnya.
Pihaknya menambahkan, untuk memastikan kematian korban, pihak kepolisian sempat menyarankan kepada pihak keluarga korban untuk dilakukan autopsi. Namun, keluarga korban menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan lapang dada. Sehingg pihak keluarga menolak untuk di lakukan autopsi kepada jasad korban dan selanjutnya korban di pulasara dan dimakamkan di TPU Kampung Cilaksana, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar.
“Hasil keterangan pemeriksaan visum luar yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Cikembar, bahwa pada tubuh korban tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya. (den/d)






