Muazin Cikembar Sukabumi Ditemukan Tewas Membusuk di Parit

Petugas Polsek Cikembar, Polres Sukabumi, saat melakukan olah TKP di Kampung Cilaksana, RT 03/RW 01, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar
OLAH TKP : Petugas Polsek Cikembar, Polres Sukabumi, saat melakukan olah TKP di Kampung Cilaksana, RT 03/RW 01, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar pada Rabu (07/09) pagi.(Foto : ist)

SUKABUMI – Seorang muazin, Ijan (55) asal Kampung Cilaksana, RT (02/05), Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi ditemukan tewas dalam kondisi telingkup di sebuah parit memakai Baju loreng dan celana jean hitam di Kampung Cilaksana, RT (03/01), Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar pada Rabu (07/09) pagi.

Kapolsek Cikembar, Polres Sukabumi, IPTU R. Panji Setiaji kepada Radar Sukabumi mengatakan, kakek yang merupakan soerang ahli adzan di masjid kampung tersebut, ditemukan saat Cucun (44) yang merupakan adik korban bersama Ketua RT, Ketua RW dan Kadus setempat melakukan pencarian korban. Lantaran, korban dikabarkan hilang kontak bersama keluarganya sudah beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

“Saat melakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB dalam kondisi memprihatinkan. Karena, jasadnya sudah mengaluarkan bau tidak sedap atau membusuk,” kata R. Panji kepada Radar Sukabumi pada Rabu (07/09).

Selanjutnya saksi kemudian memberitahukan kepada warga sekitar dan melaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Cikembar, Polres Sukabumi. Tidak lama setelah itu, kemudian petugas Kepolisian Sektor Cikembar melakukan olah TKP bersama dengan tim dokter dari Puskemas Kecamatan Cikembar.

“Diketahui korban tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar Dr. Ronny menyampaikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Berdadarkan keterangan dari adi kandung korban, sambung R. Panji, bahwa korban tersebut sebelum ditemukan tewas, ia sempat pergi meninggalkan rumahnya pada Sabtu (03/09) siang hari. Namun setelah sekitar pukul 16.00 WIB, korban ketika itu tidak kunjung pulang dan kemudian pihak keluarga memberitahukan hal tersebut kepada pihak ketua RT setempat. Terlebih lagi, pihak keluarga korban merasa takut dan khawatir dikarenakan korban mengidap penyakit lambung dan penyakit sering pusing. Bahkan, jika kambuh korban ini sering pingsan dan hal tersebut sering terjadi di rumahnya yang mana korban memang tinggal sendirian di rumahnya.

“Korban itu, tinggal seorang diri di rumahnya. Ia tidak memiliki anak. Sedangkan untuk istrinya sudah lama meninggal dunia,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.