Saat ditemukan, sambung A. Nurawan, korban dalam keadaan terlentang diatas bebatuan, tepatnya di pinggir pantai dengan kondisi badan sudah hancur dan tidak dapat dikenali.
“Kondisi kepala tinggal tengkorak, perut korban sudah dalam keadaan bolong. Ya, diduga isi perut korban dimakan binatang.
Sementara, ciri-ciri korban memiliki tinggi badan diperkirakan 160 Cm dan menggunakan celana trening panjang warna abu-abu dan kaos lengan pendek warna kuning,” katanya.
Saat pihak kepolisian melakukan olah TKP, petugas tidak menemukan petunjuk apapun dan tidak terdapat bekas kekerasan pada tubuh korban. “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Namun, dugaan sementara korban sudah meninggal sekitar 2 pekan terakhir,” ujarnya.
Setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, maka jasad korban langsung dilakukan evakuasi. Namun, berdasarkan musyawarah bersama unsur Muspika Kecamatan Ciemas dan pemerintah Desa Girimukti, bahwa jenazah korban langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Cingaleng, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas.
“Sekira Pukul 15.10 Wib, Proses pemakaman jenazah korban telah selesai dilaksanakan, selama pelaksanaanya situasi dalam keadaan aman dan lancar,” pungkasnya. (den/d)






