Migrasi TV Digital di Sukabumi Minim Sosialisasi

TV-Digital

SUKABUMI – Pemerintah sudah memutuskan melakukan migrasi dari TV analog ke TV Digital. Hanya saja, kebijakan yang sudah mulai diterapkan per 2 November 2022 ini, ternyata belum semua orang tahu.

Jaji (52) warga Perum Bumi Raharja, Kelurahan Cikundul, Kota Sukabumi misalnya. Ia mengaku tak mengetahui adanya peralihan dari TV analog ke TV Digital. “Saya belum tahu pak ada kebijakan itu,” akunya kepada Radar Sukabumi, kemarin (2/11).

Bacaan Lainnya

Bahkan, dirinya juga tak mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan ketika harus beralih ke TV digital. Tak banyak informasi yang ia dapatkan soal kebijakan tersebut.

“Duh saya bingung harus seperti apa. Soalnya tak ada sosialisasi dari pemerintah daerah,” lanjut Jaji.

Sementara Herlan Haryadi (29) warga Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi mengaku sudah mendapat informasi akan adanya peralihan tersebut meskipun tidak terlalu banyak. Dirinya baru mengetahui bahwa agar bisa mengakses siaran TV Digital, harus menggunakan Set Top Box (STB).

“Katanya selain siarannya lebih jernih, pilihan channel nya pun lebih banya. Tapi saya belum membuktikannya,” ucap Herlan.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar menjelaskan, hingga saat ini pemerintah daerah melalui pimpinan-pimpinan wilayah baik tingkat kecamatan maupun kelurahan terus melakukan sosialisasi peralihan siaran televisi analog ke digital.

Diskominfo juga sering menyampaikan beleid pemerintah pusat tersebut di berbagai platform media sosial resmi pemerintah daerah.

Namun, Rahmat juga tak bisa bicara banyak karena program ini langsung dari Kementerian Kominfo. Pemerintah daerah, dalam hal ini Diskominfo tidak terlalu banyak dilibatkan.

“Pada intinya kita di daerah mengikuti apapun kebijakan dari pusat. Ini kan yang melaksanakan semuanya Kemenkominfo. Beberapa waktu lalu pemerintah daerah sudah diberikan data penerima alat STB TV. K

ota Sukabumi dapat STB TV sekitar 12.000. Data penerima STB itu dari pusat dan biasanya diberikan lewat kantor pos.

Pemerintah daerah hanya melakukan verifikasi dan validasi penerima STB saja. Sosialisasi tentu sudah dilaksanakan sejak jauh-jauh hari. Baik di website resmi pemerintah kota, di media sosial resmi pemeritnah, juga melalui aparat-aparat wilayah agar ikut menyampaikan kepada warga,” ungkap Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat menegaskan bahwa migrasi siaran televisi analog ke digital ini adalah sebuah respon terhadap kemajuan teknologi masa kini, serta salah satu upaya menyajikan tayangan yang lebih berkualitas untuk masyarakat.

Menurut Rahmat, dari sisi kesiapan sendiri Kota Sukabumi bisa dibilang sudah sangat siap. Dari sisi infrastruktur, sarana dan prasarana yang ada juga sudah sangat menunjang.

Ia mencontohkan, masyarakat di lingkungan perkotaan Sukabumi rata-rata sudah memiliki jenis televisi LED. Lalu, masyarakat yang sudah mengetahui tentang migrasi siaran televisi analog ke digital ini juga kebanyakan sudah membeli STB TV secara mandiri.

“Untuk Kota Sukabumi sendiri kami rasa tidak akan ada banyak kendala atau kesulitan. Paling ada beberapa masyarakat yang komplen soal tidak kebagian bantuan STB TV. Tapi sudah kami sampaikan bahwa itu program pusat dan data penerimanya juga dari pusat.

Saya rasa warga bisa membeli STB secara mandiri karena dari sisi harga juga relatif terjangkau. Tidak terlalu mahal. Selain itu, siaran televisi digital ini juga sebagai upaya pemerintah dalam menjaga kualitas tayangan, serta memudahkan pengawasan.

Selebihnya, masyarakat bisa menonton televisi dengan tayangan yang lebih jernih. Kami harap program ini juga disambut baik oleh masyarakat,” tandas Rahmat.

Terpisah, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Sukabumi, Herdi Somantri mengatakan, pihaknya sampai saat ini sedang melakukan validasi data masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan STB, terutama kalangan masyarakat kurang mampu.

Pria yang akrab disapa Bima itu menegaskan, masyarakat yang berhak menerima bantuan STB TV digital adalah masyarakat kurang mampu yang memiliki televisi namun belum bisa menerima siaran digital, termasuk masyarakat yang masih menggunakan televisi tabung. Hal ini, kata Bima, juga sudah diantisipasi sejak kebijakan tersebut digulirkan oleh pusat.

“Data penerima bantuan STB divalidasi oleh Dinsos, Disdukcasip, DPMD dan Diskominfo. Setelah data dinyatakan valid maka kita akan kirimkan data tersebut ke pemerintah pusat melalui Kemenkominfo, selanjutnya kita menunggu jadwal penyerahan STB dan jadwal ASO (Analog Switch Of).

Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus melakukan sosialisasi terkait program tersebut sehingga masyarakat sudah siap dan terinformasikan untuk peralihan dari siaran tv analog ke siaran TV digital. Dengan demikian masyarakat sudah mempersiapkan STB TV digital secara mandiri. Kami yakin masyarakat pun sudah banyak yang aware dengan program ini,” terang Bima.

Masih kata Bima, siaran televisi digital menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kompresi, sehingga akan menghadirkan kualitas gambar yang lebih bersih, suara yang lebih jernih dan canggih teknologinya bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga akan memanfaatkan akses internet yang lebih cepat dari sebelumnya, yang kemudian mendorong pula pembangunan ekosistem digital.

Menurutnya, migrasi ke siaran televisi digital ini diyakini dapat meningkatkan perekonomian digital seperti UMKM bisa masuk ke marketplace, untuk akses pendidikan, kesehatan dan kepentingan yang lain bisa terlayani termasuk industri kreatif.

“Ini tentunya merupakan suatu kesempatan yang penting atau peluang yang besar untuk mendorong bertumbuhnya ekonomi digital. Bagi masyarakat yang ingin segera menikmati siaran televisi digital masih bisa menggunakan unit televisi dan antenna yang sudah dimiliki, hanya tinggal menambahkan atau menyambungkan alat converter frekuensi yang bernama set top box (STB) dengan DVB T2 digital video broadcasting second-generation terrestrial. Kami menyambut baik soal rencana perlaihan siaran televisi analog ke siaran televisi digital. Karena, dirasa banyak manfaatkan bagi warga Kabupaten Sukabumi,” pungkas Bima. (*/nur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *