BERITA UTAMA

Mengulas Sejarah Erupsi Gunung Gede, Tertidur 66 Tahun Sejak Letusan Terakhir 1957

×

Mengulas Sejarah Erupsi Gunung Gede, Tertidur 66 Tahun Sejak Letusan Terakhir 1957

Sebarkan artikel ini
Gunung Gede diketahui mengalami erupsi sebanyak 27 kali, dari tahun 1747 hingga letusan terakhir 1957. Indeks skala letusannya rata-rata VEI 2 sementara letusan VEI 3 tercatat pada tahun 1747 – 1748, 1832, 1840 dan 1853.
Gunung Gede diketahui mengalami erupsi sebanyak 27 kali, dari tahun 1747 hingga letusan terakhir 1957. Indeks skala letusannya rata-rata VEI 2 sementara letusan VEI 3 tercatat pada tahun 1747 – 1748, 1832, 1840 dan 1853. (Foto dok : KITLV Circa 1930))

Erupsi kembali terjadi antara pukul 07.00-09.00 WIB dengan kolom abu letusan dilaporkan membumbung tinggi. Perilaku Gunung Gede yang sangat aktif ditambah 2 peristiwa gempa menyebabkan Cianjur rusak berat, hal ini akhirnya mendorong berpindahnya ibu kota Keresidenan Priangan dari Cianjur ke Bandung melalui keputusan Gubernur Jenderal tanggal 7 Agustus 1864 No. 18.

Bank bjb Tandamata
Gunung Gede
Gunung Gede

Erupsi gunung Gede pada pukul 19.14 WIB sampai pukul 19.16 WIB disertai suara gemuruh, dengan tinggi kolom abu 3 km di atas kawah (Hadikusumo, 1957). Erupsi berskala VEI 2 ini jadi letusan terakhir Gunung Gede.

Dalam Buku Gunungapi Indonesis PVMBG disebutkaninterval waktu istirahat aktivitas terpendek gunung Gede 1 tahun dan terpanjang 71 tahun. Artinya di tahun 2023 ini sudah memasuki masa istirohat 66 tahun sejak letusan terakhir 1957.

Kapan Gunung Gede berpotensi erupsi lagi? Tidak ada yang tau secara pasti kecuali Gunung Gede telah menunjukkan gejala peningkatan aktifitas dengan disertai peningkatan status Levelnya oleh PVMBG dari Normal ke tingkat yang lebih tinggi. (*/hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *