SUKABUMI — Dua pendaki belia, Darel (15) dan Amar (15), nyaris mengalami tragedi saat tersesat di hutan Gunung Gede. Keduanya nekat melakukan pendakian melalui jalur Selabintana, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (27/9/2025) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.
Seiring waktu berlalu, komunikasi dengan keluarga terputus. Kontak terakhir hanya sempat dilakukan melalui sambungan telepon antara Darel dan kekasihnya, sebelum sinyal hilang. Menjelang sore, keluarga melapor ke Kantor Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Selabintana.
“Informasi awal kami terima langsung dari keluarga Darel. Mereka datang ke kantor resort dan menyampaikan bahwa anak-anak tersesat,” ujar Adji, relawan dari Volunteer Panthera, Minggu (28/9).
Tim gabungan yang terdiri dari petugas TNGGP, relawan Panthera, dan keluarga pendaki segera melakukan koordinasi. Setelah diskusi singkat, tim memutuskan untuk bergerak pukul 19.00 WIB menyusuri jalur Selabintana—jalur yang dikenal sulit dan rawan menyesatkan.
“Kami sepakat untuk bergerak malam itu juga. Meski gelap, waktu tidak bisa ditunda,” kata Adji.
Pencarian berlangsung dramatis di tengah hening malam, suhu dingin, dan medan terjal. Sekitar pukul 22.30 WIB, kedua remaja ditemukan dalam kondisi selamat, tertidur di bawah pohon puspa raksasa sebelum area Simpang Gondrong.
“Mereka ditemukan dalam keadaan tidur, aman, hanya kelelahan,” jelas Adji.
Dari keterangan yang diperoleh, Darel dan Amar diketahui memilih jalur pendakian ilegal. Sejak pukul 10 pagi, mereka kehilangan arah dan berulang kali kembali ke titik yang sama. Akhirnya, mereka memutuskan diam di tempat hingga ditemukan.





