Sementara disinggung masalah kenaikan beberapa komoditas di beberapa pasar tradisional, Enggar mengaku masih tergolong aman. “Saya sudah mendengar penjelasan dari Pak Walikota Sukabumi, harga masih sesuai harapan dan kenaikan pun masih tergolong relatif aman,” pungkasnya.
Bahkan, pendistribusian dan harga di pasat tradisional Kota Sukabumi sama sekali tidak menemukan kekhawatiran. Namun begitu, dirinya mendapat keluhan dari beberapa pedagang Pasar Pelita diantaranya sepinya pembeli sampai kenaikan harga beberapa komoditas yang akghir-akhir ini terus terjadi.
“Saya sudah cek dan mendengar langsung dari Walikota, tidak ada sama sekali kekhawatiran tentang kondisi pangan di Kota Sukabumi, harga cukup stabil termasuk daya belinya cukup bagus,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi saat melakukan pengecekan ke lapak pedagang Pasar pelita, kemarin (9/4).
Enggar juga melihat, pasca rampungnya pembangunan Pasar pelita yang saat ini memperlihatkan progres cukup baik, dirinya cukup optimis bakal mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Ya, walaupun sebelumnya ada kasus hukum pada pembangunan awal, tapi saat ini tinggal menunggu saja dan terus dipercepat supaya pasar segera terbangun,” ujarnya.
Pada tahun politik ini, lanjut Enggar, peredaran uang di masyarakat cukup besar. Namun begitu, tentang keluhan sepinya pembeli bisa saja dipengaruhi oleh operasi pasar murah yang dilakukan oleh para calon legislatif.
“Mungkin banyak penurunan, karena banyak juga pasar murah sehingga berpengaruh terhadap penjualan di pasar, yang jelas pada masa kampanye ini cukup besar peredaran uang di masyarakat,” tutupnya.
Terpisah, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menambahkan, pihaknya bakal segera mungkin melakukan rapat koordinasi tentang ketersediaan pangan di Kota Suakbumi menjelang bulan suci Ramadhan.
“Jika nanti jelang Ramadhan ada kenaikan harga yang tidak normal, tentunya kami akan melakukan operasi pasar. Dalam setiap tahun, kami akan memastikan acara harga, ketersediaan dan distribusi pangan di Kota Sukabumi aman,” pungkasnya. (upi/t)





