“Penyakit Zihad butuh penanganan serius dan akses pengobatan optimal. Semoga lebih banyak tangan ikut meringankan,” kata Kristiawan.
Pemerintah desa pun turut bergerak. Kepala Desa Pasir Datar Indah, Samsul Arifin, memastikan dokumen administrasi Zihad telah lengkap dan pihaknya terus mendorong solusi cepat.
“Kami dari pemdes tak tinggal diam. Zihad harus segera mendapat penanganan terbaik,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan, Zihad tetap menjadi simbol keteguhan. Ia hanya ingin sembuh, bisa sekolah, dan bermain seperti anak-anak lain. Harapan itu kini bergantung pada kepedulian banyak pihak.(den/d)






