Maklumi Situasi, Jamaah Ambassador Siap Reschedule

MUSYAWARAH: Direktur Utama PT. Ambassador Tour, Agah Sumpena saat menawarkan dua pilihan yakni reschedule dan refund kepada para jamaah umrah atas penundaan sementara oleh Pemerintah Arab Saudi di Ruang Manasik Lantai 3 Gedung Ambassador Tour Jalan RE Martadinata No.78 Kota Sukabumi pada Jumat (28/2)..

SUKABUMI – PT. Ambassador Tour selaku pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) bergerak cepat, menyikapi kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menangguhkan sementara seluruh kedatangan jamaah umrah dan wisata ke negaranya akibat mewabahnya virus korona (Covid-19).

Pantauan Radar Sukabumi, guna membahas hal itu seluruh jamaah umrah yang akan berangkat pada Maret 2020 dikumpulkan di Ruang Manasik Lantai 3 Gedung Ambassador Tour Jalan RE Martadinata No.78 Kota Sukabumi pada Jumat (28/2).

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, Manajemen Ambassador Tour menawarkan dua pilihan kepada para jamaah umrah.

Pertama, pengaturan kembali jadwal keberangkatan (Reschedule) dalam waktu dua minggu sejak tanggal diumumkannya pelarangan masuk sementara oleh pemerintah Arab Saudi sesuai anjuran dari maskapai dan asosiasi umrah.

Kemudian, pilihan kedua yaitu bagi jamaah yang tidak bersedia di reschedule, Ambassador Tour akan mengkonfirmasikan ketentuan pengembalian biaya umrah yang sudah dibayarkan.

Dari pertemuan tersebut, mayoritas semua jamaah umrah yang hadir memahami kebijakan penangguhan sementara yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi tersebut.

Mereka terlihat satu suara, memilih penawaran pertama yang diberikan Manajemen Ambassador Tour yaitu di-reschedule.

Seperti yang diungkapkan oleh Jamaah Umrah Ambassasor Tour Kelas Bisnis, Tatang. Di hadapan para jamaah lainnya, warga Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi ini menegaskan bahwa dirinya sangat memahami dan menerima kondisi tersebut.

“Kami sangat paham dan menerima karena ini keadaan yang luar biasa di luar kemampuan manusia dan tidak diprediksikan sebelumnya. Apalagi ini berlaku di seluruh dunia, jadi saya tidak menyalahkan pihak travel Ambassador Tour maupun Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi karena murni ini semua kehendak Allah SWT,” ungkapnya dihadapan para jamaah.

Tahun ini, dirinya membawa serta istri dan dua orang putrinya berangkat umrah.

“Dari kemarin kami memantau perkembangan melalui pemberitaan media massa dan televisi, kami sekeluarga menerima kondisi ini dan memutuskan memilih untuk reschedule. Hanya saja, kami meminta kebijaksanaan pihak travel agar ketika berangkat nanti kami bisa dalam satu pesawat,” pintanya.

Hal senada juga dikatakan jamaah umrah kelas eksekutif regular Cucu Rumiyati dan Nunung Jaji Ulil. Kedua warga Cisaat Kabupaten Sukabumi itu memilih reschedule lantaran sudah jauh hari berniat untuk beribadah ke Tanah Suci.

“Kalau diambil uangnya (refund,red) yang ada justru kepakai yang lain, mendingan reschedule saja karena justru aman apalagi pihak travel akan bertanggung jawab penuh, dan kami percaya makanya pilih Ambassasor Tour,” terangnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada Maret 2020 ini saja rencananya PT. Ambasasor Tour memberangkatkan 1.336 jamaah terdiri dari 391 jamaah dan 945 jamaah dari penyelenggara lain yang mempercayakan pengurusan fasilitas umrahnya oleh Ammbassador.

“Dalam kurun waktu Maret saja ada sekitar 1.336 Jamaah Ambasador yang sudah terjadwal keberangkatannya,” tegas Direktur Utama PT. Ambassador Tour, Agah Sumpena yang ditemui di Ruang Manasik Lantai 3 Gedung Ambassador Tour.

Menurut jadwal tercatat ada dua pemberangkatan di awal Maret, yaitu pada tanggal 1 Maret berjumlah 137 jamaah, dan untuk 3 Maret sebanyak 92 jamaah.

“Melihat kejadian ini tentunya kami selaku PPIU terus menjalin komunikasi intensif baik dengan pihak maskapai Saudia Airlines, hotel di Madinah dan Makkah serta asosiasi,” terangnya.

Masih menurut Agah, pihaknya berjanji akan tetap memberikan pelayanan prima terhadap seluruh jamaah, sama seperti sebelum adanya kebijakan penundaan sementara dari Pemerintah Arab Saudi.

“Ini sebagai bentuk tanggung jawab kami selaku penyelenggara yang mengantarkan para tamu Allah untuk beribadah ke Tanah Suci,” tegasnya.

Dirinya pun membenarkan bahwa dari dua opsi yang ditawarkan dalam pertemuan antara pihak Ambassador Tour dengan para jamaah, telah menghasilkan kesepakatan di mana para jamaah lebih memilih opsi pertama, yakni me-reschedule pemberangkatan.

“Rencananya seluruh jamaah itu akan di reschedule dalam waktu dua minggu sejak tanggal diumumkannya penundaan sementara oleh Pemerintah Arab Saudi, sampai dibuka kembali umrah untuk jamaah terutama asal Indonesia,” imbuhnya.

Disinggung soal kerugian yang timbul akibat kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi bagi travel? Pria berkacamata ini menjelaskan, secara umum kerugian yang dialami oleh PPIU sebagai akibat dari kebijakan itu disebabkan apabila tiket pesawat hangus, pembayaran hotel yang tidak dijadwal ulang dan visa umrahyang sudah lewat masa berlakunya.

“Akan tetapi dalam kasus kejadian luar biasa kategori force majeure (di luar kemampuan manusia,red) seperti saat ini biasanya pihak penerbangan, hotel di Madinah dan Makkah dan Muasassah yang mengeluarkan visa umrah masih bisa diajak musyawarah untuk dicarikan jalan terbaik.

Bagi Ambassador sendiri insya Allah tidak ada kerugian yang signifikan, karena hampir semua jamaah bersedia untuk dilakukan penjadwalan ulang atau reschedule,” paparnya.

Adapun kerugian utama yang dialami Ambassador, lanjut Agah, hanya dari sisi waktu saja.

“Betul kerugian utama yang kami alami hanya dari sisi waktu saja, karena banyak dari jamaah yang profesinya ASN, TNI, dokter, dan guru di mana mereka sudah mengajukan izin cuti untuk umrah jauh-jauh hari,” imbuhnya.

Selain itu, dengan adanya penjadwalan ulang grup umrah yang tadinya berangkat bersama-sama setelah dijadwal ulang belum tentu masih bisa bersamaan berangkatnya.

“Semuanya akan disesuaikan dengan ketersediaan di pihak penerbangan, dan pihak hotel di Arab Saudi. Insya Allah tidak ada tambahan biaya dalam reschedule, nanti kami bicara dengan pihak terkait, kecuali pemberangkatan pada bulan Ramadan ya karena semua hotel di sana biasanya harganya berlipat-lipat,” tuturnya.

Sekadar diketehui, pihak Ambassador Tour sudah melakukan kontrak kerja sama dengan penyedia hotel di Tanah Suci, dan maskapai penerbangan Saudia Airlines selama bertahun-tahun. Sehingga ia pun yakin akan mendapatkan dispensasi.

“Insya Allah pada intinya kami akan bertanggung jawab penuh, dan komitmen untuk senantiasa memberi pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah,” pungkas. (Sri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *