“Saat ini, kondisi jalan desa sudah bisa dilintasi kembali baik oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua,” tandasnya.
Berdasarkan asessment dilapangan, akibat bencana tanah longsor itu telah menelan kerugian materil sebesar Rp8 juta rupiah. Sementara, untuk kebutuhan mendesak pasca bencana alam itu, yakni material batu, semen dan pasir.
“Sewaktu ke lapangan, kita juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Khususnya bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi tanah longsor untuk senantiasa waspada. Dikhawatirkan pada cuaca ekstrim saat ini dapat berpotensi terjadi bencana tanah longsor susulan,” pungkasnya. (den/d)






