Pemerintah Kabupaten Sukabumi sedari sekarang harus segera melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi maupun pusat. Misal, segera melakukan perbaikan dan pelebaran jalan alternatif Angkrong yang saat ini kondisinya masih sempit dan kecil.
Kemudian di Jalur Cibadak, ada Jalur Alternatif Nagrak yang sudah banyak dilalui, kondisi sebagian jalan disana masih kecil tidak banyak bisa dilalui kendaraan-kendaraan besar.
Di Jalur Alternatif menuju Palabuhanratu, ada jalan Bojonggenteng Kalapanunggal yang keluar dari Pertigaan Cikidang. Disana juga kondisinya masih kurang baik. Diperlukan perlebaran jalan ketika kemacetan panjang terjadi di jalur utama Sukabumi.
3. Tertibkan Pabrik
Solusi kemacetan ketiga di jalur Utara Sukabumi menurut Agung Munajat adalah membenahi pabrik-pabrik yang berada di jalur utama. Dampak kemacetan dari bubaran pabrik dan masuk pabrik dampaknya luar biasa.
Kemacetan akibat pabrik imbasnya bisa beberapa jam setelah proses bubaran atau masuk pabrik berjalan. Untuk itu diperlukan duduk bersama, dinas perhubungan, Satpol PP dan pengelola pabrik untuk atasi solusi kemacetan ini.
4. Perbaiki Trayek Angkot
Untuk Solusi keempat adalah memperbaiki trayek angkutan kota (Angkot), dimana banyak dari sekian jumlah oknum supir angkot yang ngemtem sembarangan. Kondisi tersebut menjadi permasalahan yang klasik dan diperlukan duduk bersama.
Misalnya angkot yang suka ngetem di pasar Cibadak, itu jelas membuat kemacetan. Belum lagi yang melakukan belok arah di tengah jalan bisa menambah ruwetnya lalu lintas. Harusnya pemerintah kabupaten Sukabumi segera berkomunikasi dengan PD Pasar, Satpol PP dan Dishub agar duduk bersama membenahi masalah ini.
5. Tambah Exit Tol Bocimi
Solusi kemacetan kelima, Lembaga UF Center mendorong kepada pengembang proyek Tol Bocimi agar menambah Exit tol. Saat ini exit tol rencananya hanya akan di bangun di Cibadak, Sukabumi Barat (Cibolang), Kota Sukabumi dan Sukabumi Timur.






