Masih ditempat yang sama, salah seorang warga asal Kecamatan Cicurug, Muhammad Agung Maulana (35) mengaku sengaja datang ke Samsat Cibadak untuk membayar pajak sepeda motor miliknya. Demi menghindari kepadatan antrean, Agung bahkan rela menginap di rumah saudaranya yang berada tak jauh dari lokasi Samsat.
“Saya sudah nginep di rumah saudara. Kalau saya berangkat dari tempat kerja di Cikarang langsung ke sini, nanti kecapean. Jadi sementara nginep dulu di rumah saudara di Cibadak,” kata Agung pada Rabu (09/04).
Namun, tingginya jumlah warga yang datang membuat antrean membludak. Agung pun harus kembali datang keesokan harinya karena tidak kebagian tiket antrian.
“Ya mungkin saya harus izin lagi ke perusahaan. Karena di lapangan keadaannya seperti ini, saya agak sedikit kecewa. Cuma memang saya nggak tahu ada pemberitahuan kaya gini. Mungkin besok saya akan datang lagi ke sini agak pagian. Mudah-mudahan besok saya dapat tiket masuk,” paparnya.
Program penghapusan tunggakan pajak ini disebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan. Namun demikian, lonjakan antusiasme warga juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan di lapangan.
“Kami berharap itu, harusnya ada kemudahan ketika warga itu membayar pajak. Iya, katanya harus taat pajak, tapi ini malah dipersulit dengan alasan habis kuota,” timpalnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Sukabumi I pada Bapenda Jawa Barat, Agus Sutrisna, mengakui antusiasme masyarakat atas program ini sangat tinggi.
“Biasanya rata-rata per hari ada sekitar 500 wajib pajak yang datang membayar pajak kendaraan. Tapi dengan adanya program pemutihan ini, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 2.000 orang per hari,” ujarnya.
Agus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat peningkatan jumlah pengunjung secara drastis.
“Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam pelayanan kami. Karena dari biasanya hanya 500-an wajib pajak per hari, kini jumlahnya melonjak tajam. Namun kami akan terus berupaya melakukan perbaikan agar pelayanan bisa berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” tambahnya.
“Pada hari pertama pelayanan pasca libur Lebaran, tercatat jumlah wajib pajak yang datang mencapai lebih dari 2.200 orang, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan hari biasa,” paparnya.




