SUKABUMI – Kondisi puluhan hektar lahan pertanian yang terbengkalai di Kedusunan Leuwi Peundeuy dan Kedusunan Padabeunghar, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sudah lima tahun terakhir, sekitar 50 hektare lahan pertanian dilaporkan kesulitan mendapatkan pasokan air akibat rusaknya saluran Irigasi Jentreng.
Akibat bencana banjir yang menerjang beberapa tahun lalu, saluran irigasi yang menjadi tulang punggung pengairan sawah warga rusak parah.
Menanggapi hal ini, Pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pertanian mulai mengambil langkah konkret.
Kepala Bidang Prasarana dan Penanggulangan Bencana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Gilar M. Akmal mengatakan, bahwa pihaknya mengaku telah mengusulkan pembangunan kembali jaringan irigasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Permasalahan utama ada di bagian hulu saluran, tepatnya pada intake dari Sungai Cimandiri. Tanah yang labil dan perbedaan elevasi antara saluran dengan permukaan air sungai membuat air tidak bisa mengalir secara optimal,” jelas Gilar pada Kamis (12/06).
Menuturnya, saat ini dibutuhkan pembangunan bendung atau sodetan agar air Sungai Cimandiri dapat dialirkan ke saluran irigasi, mengingat posisi saluran lebih tinggi dari permukaan air sungai. Namun demikian, karena Sungai Cimandiri berada di bawah kewenangan Dinas Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat, maka solusi teknis ini memerlukan sinergi antar lembaga.




