BERITA UTAMA

Lansia Nagrak Sukabumi Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

×

Lansia Nagrak Sukabumi Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP : Petugas Polsek Nagrak, Resor Sukabumi, saat melakukan olah TKP penemuan mayat di Sungai Irigasi Cikopak, tepatnya di Kampung Tugu, RT 01/RW 11, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak pada Selasa (01/10) pagi.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)
OLAH TKP : Petugas Polsek Nagrak, Resor Sukabumi, saat melakukan olah TKP penemuan mayat di Sungai Irigasi Cikopak, tepatnya di Kampung Tugu, RT 01/RW 11, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak pada Selasa (01/10) pagi.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Warga Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesok mayat pria lansia di Sungai Irigasi Cikopak, tepatnya di Kampung Tugu, RT (01/11), Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak pada Selasa (01/10) pagi.

Kapolsek Nagrak, Polres Sukabumi, Iptu Asep Suhriat mengatakan, korban yang diketahui bernama Papar (63) ini, sebelum ditemukan meninggal dunia, Papar dikabarkan telah pergi untuk membeli roko ke warung sebanyak tiga batang roko pada sekira pukul 07.30 WIB.

Bank bjb Tandamata

“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya, pada pagi itu korban pergi dari warunguntuk membeli rokok dan berniat mengambil bambu milik warga bernama Engkos. Namun, sekitar pukul 09.00 WIB, korban ditemukan tak bernyawa di saluran irigasi,” kata Asep pada Selasa (01/10).

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, korban kali pertama ditemukan oleh seorang warga setempat yang diketahui bernama Iyam.

“Setelah mengetahui kejadian itu, kami bersama pihak medis dari Puskesmas setempar langsung bergegas ke lokasi,” paparnya.

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kepala di bawah. Diduga kepala korban mengenai tembok pembatas irigasi, menyebabkan pecahnya pembuluh darah di kepala.

“Korban mengalami luka sobek di bagian kepala, akibat terkena bambu yang jatuh saat ia tergelincir,” ujarnya.

Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi. Berdasarkan penyelidikan sementara, korban meninggal dunia karena akibat kecelakaan.

“Tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada tubuh korban,” timpalnya.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, pihak Kepolisian telah menyarankan kepada pihak keluarganya untuk melakukan autopsi kepada jasad korban. Namun, pihak keluarga menolaknya.

“Iya, pihak keluarga duka menolak untuk atupsi dan mereka telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Akhirnya, siang tadi jenazah korban langsung di kebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Tugu yang lokasinya tidak jauh dengan rumah duka,” pungkasnya. (den/d)