Lahan Bandara Sukabumi Diperluas

Sementara untuk pembangunan pisik, rencananya akan dilakukan pada 2019 oleh pemerintah pusat. “Untuk itu, pembebasan lahan harus dilakukan secara keseluruhan pada tahun ini,” beber Marwan.

Sejauh ini, dirinya mengaku belum menemukan kendala apapun dalam proses pembebasan lahan. Kini, pembangunan Bandara Sukabumi tengah menunggu pengesahan revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tingkat Provinsi Jawa Barat. “Apabila payung hukum ini sudah disahkan, maka pembebasan lahan sudah bisa dilakukan,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Cimanggu, Haris Pribadi mengatakan, pihaknya mengaku belum mendapatkan informasi mengenai adanya perubahan luas lahan untuk landasan pesawat Bandara Sukabumi tersebut.

Namun, pada Agustus 2018 lalu, pihaknya mengaku telah mengikuti rapat tingkat Kabupaten Sukabumi untuk membahas soal rencana pembangunan bandara yang akan dibangun pada 2019 mendatang. “Prosesnya masih menunggu pembebasan lahan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat,” jelas Haris.

Menurutnya, lahan yang akan dijadikan untuk pembangunan Bandara Sukabumi ini, secara keseluruhan berada di Desa Cimanggu. Diantaranya, 80 hektare berada di lahan milik PT Bogorindo, 100 hektare berada di lahan PT Perkebunan Nusantara (PT PN) Karet Cibungur, di Kedusunan Cikahuripan dan Ciawitali.

Sementara untuk Desa Cikembar dan Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, akan masuk pada wilayah terdampak. Sebab, dua wilayah di desa tersebut hanya akan terbawa oleh pembangunan di ujung landasan saja dengan luas lahan sekitar 30 hektare.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *