Sementara itu, menurut pandangan pengamat Politik Sukabumi, Asep Deni mengatakan, kehadiran Yudha Sukmagara memiliki peluang yang sangat bagus. Apalagi, Gerindra merupakan partai pemenang Pileg di Kabupaten Sukabumi.
“Kang Yudha ini pimpinan partai, posisi sangat strategis. Kalau pimpinan partai dan pemenang pileg, otomatis peluangnya cukup bagus,” katanya.
Apalagi, adanya dorongan dari publik yang menginginkan tampilnya sosok muda atau kaum milineal untuk membangun Kabupaten Sukabumi kedepanya. Bahkan pengamatannya, Yudha itu tentunya tidak sendirian.
Artinya, sebelum berangkat untuk maju di Pilpub, dirinya pasti sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak termasuk dengan DPP Gerindra.
“Jangan dikira ini keputusan sendiri. Ini keputusan yang sudah dikomunikasikan dengan partinya. Karena bagi seorang ketua partai, mengambil keputusan bukan hal mudah, perlu perjuangan karena akan berdampak besar,” jelasnya.
Disisi popularitas dan elektabilitas, ia juga menilau Yudha sangat cukup tinggi. Apalagi didukung dengan kemampuan ekonomi seorang Yudha.
Dalam kontestasi Pilkada ini, tentunya harus memiliki kemampuan ekonomi yang mumpuni. Kalau tidak cukup berat. “Maka sangat wajar Yudha mencalonkan atau dicalonkan oleh partai sendiri yakni Gerindra,” katanya.
Namun yang pertimbangan yang sudah Asep Deni sampaikan tersebut, tidak cocok kalau seorang Yudha Sukmagara hanya mencalonkan menjadi Wakil Bupati melainkan harus menjadi Bupati. “Ketua partai, ketua DPRD sangat mantap kalau dia mencalonkan bupati. Orang yang bukan pimpinan partai juga berani mencalonkan Bupati apalagi ini,” jelasnya.
Disisi lain, pandangannya kalau Yudha maju di periode selanjutnya itu akan lebih bagus lagi. Saat ini dirinya duduk di Ketua DPRD yang memiliki peran strategis untuk mematangkan pengetahuan di pemerintahan.
“Kalau nanti pengetahuannya lebih kuat, matang, gesrut sangat kuat dan dukungannya lebih heboh lagi, walupun tidak menutup kemungkinan hadir saat ini,” pungkasnya. (bal)
[IT_EPOLL id="125086"][/IT_EPOLL]






