Kronologis Pembacokan Siswa SMK di Sukabumi Hingga Tewas

  • Whatsapp

SUKABUMI – Jajaran Polres Sukabumi rupanya tidak memerlukan waktu lama untuk mengungkap kasus tawuran antar dua SMK yang berujung korban jiwa pada Sabtu (10/4/2021) dini hari di Cibadak. Polisi berhasil menangkap 3 oknum pelajar yang merupakan terduga pelaku tawuran yang menghilangkan nyawa AF siswa SMK Teknika Cisaat.

Ketiga oknum pelajar yang diamankan yakni S, F, dan I. Sedangkan, oknum pelajar berinisial N masuk dalam daftar orang dalam pencarian. Seluruh oknum pelajar yang diamankan, merupakan siswa salah satu SMK di Cibadak. Adapun satu pelaku inisial N hingga saat ini masih dalam pengejaran.

Bacaan Lainnya

“Ketiga pelaku diamankan di Polsek Cibadak, sementara satu pelaku masih dalam pengejaran. Seluruh pelaku merupakan pelajar di salah satu SMK di Cibadak,” jelas Kapolres Sukabumi, AKBP Lukman Syarif dalam keterangan resminya, Rabu (14/4/2021).

Seluruh pelaku memiliki peran masing-masing. Mulai dari yang berperan sebagai orang yang melakukan komunikasi atau janjian, hingga melakukan pembacokan hingga mengakibatkan AF terkapar meninggal dunia.

“Modus dari kasus pengeroyokan yang berujung meninggal dunia tersebut, yakni para korban sebelumnya saling ejek di salah satu aplikasi pesan singkat hingga terjadi pengeroyokan,” sebutnya.

Adapun Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan di antaranya, satu unit golok, cerulit dan satu unit motor bernomor polisi F 2843 UBF. Untuk menanggung perbuatannya, terduga pelaku terancam pasal 80 ayat 3 JO 76C UU RI NO.35 tahun 2014 tentang perubahan kedua atas subsider, 170 KUHP jo Pasal 55 KUHP. ‚ÄúPara pelaku ini terancam hukuman di atas lima tahun kurungan penjara,” tandasnya.

Sebelumnya, mayat AF ditemukan warga terkapar digang pada Sabtu dini hari. AF ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi penuh luka akibat sabetan senjata tajam. Warga yang melihat mayat tersebut langsung menghubungi kepolisian, hingga akhrinya polisi mengevakuasi jenazah ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

Dari keterangan polisi, AF merupakan korban tawuran antar SMK, yakni SMK Pertanian Cibdak dan SMK Teknika Cisaat. Kala itu, tawuran terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Siswa dari kedua SMK itu janjian untuk melakukan tawuran yang jenjian di dekat jembatan Pamuruyan Cibadak.

Berdasarkan keterangan warga memang sebelumnya warga sempat mendengar keributan sebelum melihat korban terkapar penuh darah sekitar 10 meter dari ruas jalan Nasional Cibadak-Jakarta. Adapun ciri-cirinya korban mengenakan kemeja lengan panjang hijau tua dengan celana olahraga. (upi)

Hasil Autopsi Korban
-Pada punggung terdapat dua buah luka terbuka dengan tepi rata
-Pada paha kanan atas terdapat satu buah luka terbuka
-Paru-paru bagian atas belakang terpotong dengan tepi rata

Barang Bukti
-Satu buah golok bergagang plastik warna hitam
-Satu buah cerulit bergagang plastik warna hitam
-Satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU Nopol F-2843-UBF
-Satu stel pakaian yang digunakan korban

Pasal yang Disangkakan
-Primer: Pasal 80 ayat (3) Jo 76C UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak
-Subsider: 170 KUHP
-Lebih Subsider: 351 KHUP Jo Pasal 55 KUHP

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *