Sekitar 10 menit setelah makan, satu persatu karyawannya mulai merasakan mual, pusing dan sakit perut. “Karena yang merasakan hal sama sampai ratusan, kamipun segera membawanya ke RS Althamedika dan Puskesmas Parungkuda,” ulasnya.
Di tempat terpisah, pedagang nasi tempat para karyawan membeli makan, Yoka Gunawan mengaku, sudah hampir 20 tahun dirinya berjualan di lokasi tersebut tersebut. Tapi, sebelumnya tidak pernah ada kejadian keracunan.
“Ya saya sangat kaget ketika mendengar informasi keracunan ini. Karena sudah hampir 20 tahun berjualan, baru kali ini ada keracunan. Padahal saya masaknya seperti biasa,” sahutnya.
Menurut Yoka, pertama kali mengetahui banyak karyawan keracunan setelah pihak perusahaan mempertanyakan masakannya. “Ini sangat aneh. Dimana yang merasakan mual dan pusing ini bukan hanya karyawan yang memakan gudeg nangka saja.
Tapi yang makan roti, tempe dan daging ayam pun ikut merasakan hal sama. Mudah-mudahan semuanya bisa kembali sembuh dan tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan,” harap Yoka.
Sementara itu, Kapolsek Parungkuda, Kompol Maryono Edy Suseno menjelaskan, keracunan yang dialami para karyawan ini terjadi pada saat jam istirahat makan siang sekitar pukul 12.00 WIB.
“Keracunan ini terjadi saat istirahat makan siang. Karyawan langsung di bawa ke RS Althamedika dan Puskesmas Parungkuda,” jelas Maryoto.
Kini sambung dia, korban keracunan sudah dibolehkan pulang oleh pihak yang menangani. Tetapi, terdapat tiga orang korban yang kondisi belum membaik sehingga masih harus dirawat di RS Althamedika.
“Sampai sore hari ini (kemarin), semua karyawan sudah dipulangkan. Tigal tiga orang ada yang masih dirawat,” timpalnya.
Dalam menangani keracunan ini, polisi akan mengambil sample makan dan muntah korban yang kemudian diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk dicek laboratorium.
“Kami sudah mengambil sample dari warung yang dibeli para karyawan tersebut. Berupa makanan dan muntahan karyawan itu,” pungkasnya. (bam/t)






