SUKABUMI – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Sukabumi mengakibatkan bencana alam berupa banjir dan longsor, Minggu (7/11).
Berdasarkan data dari sementara kompilasi dari BPBD Kota Sukabumi pada pukul 19.51 WIB, bencana banjir dan longsor terjadi di 27 titik.
Lokasi tersebut tersebar di Kecamatan Gunugpuyuh, Warudoyong, Cikole, Citamiang, dan Cibeureum. Adapun rincian bencananya yakni longsor 10 titik, banjir 13 titik, rumah roboh dua titik dan pohon tumbang satu lokasi.
1. Longsor RW 012
2. Banjir di pesantren as sirojul munir kp. Baru skip rt 04 rw 09 Kelurahan Sriwidari Kecamatan Gunungpuyuh
3. Banjir Rw 07 kel Nyomplong belakang radio airlangga
4. Banjir Jln. Taman bahagia
5. Banjir Rt 02 Rw 02 gang warudoyong
6. Jembatan Roboh, Banjir Rw 08 taman bahagia
7. Banjir Jln Arief Rahman Hakim
8. Banjir Rt 05/09 selabatu hujan deras debit air tinggi, air sungai meluap. 7 rumah terkena limpahan air dari sungai. Lokasi samping kantor PLN jl. Bhayangkara
9. Banjir Jln gotong royong /tegal pari Rt 02 Rw 08 Kelurahan Gunung puyuh KEcamatan Gunung puyuh
10. Longsor di Kelurahan Subangjaya gg kobra rt01 /13
11. Rumah Roboh gang Titiran, An. Edi Ruswandi
12. Banjir, Gg. Munajat, Kelurahan Kebon Jati Kecamatan Cikole
13. Banjir, belakang kantor Dishub Kota Sukabumi
14. Longsor, rw 12, jl. Cikujang
15. Longsor. Kelurahan Karang tengah, wilayah RT.03 RW.11, Tanah longsor di RT. RW.13 (Rumah Ibu Lela). RT.01 RW.13
16. Banjir di rw 02 Kelurahan Gunungpuyuh
17. Longsor, Rw 16. Ci jambe Kelurahan Karang tengah, Kecamatan Gunung puyuh.
18. Longsor, RT 01 rw 09 Kelurahan Sriwidari.
19. Banjir Situawi Rt 02 Rw Pw Kelurahan Karangtengah.
20. Longsor, Rumah , RW 11 Kelurahan Karang Tengah
21. Rumah roboh, dinding rumah Bagian dapur dan kamar mandi milik Bapak Dana RT 05/06 Kelurahan Limusnunggal
22. Pohon Tumbang Menimpa Kabel Listrik, Asrama Gedong Panjang, RT 3/3,
23. Longsor, kebun bambu milik bapak kani Rt 4/17 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole.Lokasi belakang NAZ REDDOORZ
24. Longsor menimpa halaman samping rumah Ketua Rt.04 Rw.11, Babakan Jampang Kelurahan Cisarua
25. Longsor Rt03/013 Kelurahan Karang tengah KEcamatan Gunungpuyuh
26. Banjir rumah ibu Lusi RT 03 RW 03 Kelurahan Citamiang Kecamatan Citamiang
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran mengatakan, jika melihat dari data yang ada mayoritas bencana alam yang terjadi saat ini kebanyakan bencana longsor dan banjir.
Hal ini, terjadi karena instensitas hijun cukup tinggi. “Ya, bencana ini terjadi saat wilayah Kota Sukabumi di guyur hujan dan kebanyakan jenis bencananya longsor serta banjir,” ucapnya.
Menurutnya, hingga saat ini petugas masih melakukan evakuasi bencana dan melakukan pendataan. “Untuk kerugian, sampai saat ini petugas masih melakukan pendataan di lapangan,” ucapnya.
Imran menambahkan, BPBD Kota Sukabumi tidak hentinya menghimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam khususnya bagi yang tinggal berdekatan dengan tebing maupun sungai.
“Apalagi memasuki musim hujan ini tentunya rentan terjadi bencana. Karena itu, kami himbau agar warga tetap waspada,” pungkasnya.
Dalam giat evakuasi dan asesmen bencana alam tersebut, PMI Kota Sukabumi turut hadir dan terlibat. Puluhan relawan PMI Kota Sukabumi bersama relawan SAR Gabungan lainnya disebar siaga di 27 titik lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus asesmen.
“PMI Kota Sukabumi sudah berkoordinasi dengan BPBD Kota Sukabumi dan menerjunkan puluhan personel relawan yang tersebar dibeberapa wilayah untuk membantu proses penanganan dan asessmen,” ujar Kepala Markas PMI Kota Sukabumi, Zaini kepada Radar Sukabumi, Minggu (7/11)
Zaini menjelaskan, PMI Kota Sukabumi mengerahkan personel relawannya untuk membantu proses evakuasi, penanganan dan asesmen. Salah satunya pembersihan material longsoran seperti yang dilakukan di rumah terdampak longsor atas nama Bapak Agus yang beralamat di kampung Situawi Pasir RT 03/11, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh yang mengakibatkan dinding rumahnya jebol terkena dampak material longsoran tebing di pinggir rumahnya
Selain itu, tambah Zaini, sejumlah relawan PMI juga membantu penanganan banjir dibeberapa lokasi yang disebabkan penyebab genangan dari luapan drainase, dan akibat luapan sungai karena debit air saat hujan deras sangat tinggi.
“Atas kondisi cuaca ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagan menyusul akumulasi curah hujan tinggi dan kondisi cuaca yang ekstrem seperti ini bisa memicu terjadinya bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang serta permasalahan kesehatan lainnya,” imbau Zaini mengakhiri.
(bam/izo)






