BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pemulangan Reni Rahmawati, warga Kabupaten Sukabumi, yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus kawin kontrak di China.
“Alhamdulillah, proses pemulangan Reni bisa terselesaikan. Dulu hal seperti ini sangat berat dan mahal, tapi sekarang bisa lebih cepat berkat koordinasi lintas instansi,” ujar Dedi di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung,
Pemprov Jabar, kata Dedi, sejak awal terlibat aktif dalam proses pemulangan korban, mulai dari koordinasi dengan aparat penegak hukum hingga memastikan keselamatan Reni setibanya di Tanah Air.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Jabar yang bergerak cepat mengusut kasus ini, termasuk menelusuri pelaku di dalam negeri dan mengirim tim ke luar negeri.
“Saya bahagia karena persoalan warga, termasuk yang berada di luar negeri, bisa ditangani dengan baik. Terima kasih kepada Kapolda dan jajaran,” ucapnya.
Dedi menegaskan bahwa kasus Reni harus menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar warga tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi atau pernikahan dengan warga negara asing tanpa proses resmi.
“Modus seperti ini sudah sering terjadi. Saat saya masih Bupati Purwakarta, saya juga pernah menangani kasus serupa. Semoga ini yang terakhir,” katanya.




