Korban Pergerakan Tanah Nyalindung, Nasibnya Masih Terkatung-katung

Personel Polsek Baros saat melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di Terminal Tipe A dan Tipe C di Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Kamis (20/5).

InsyaAllah kalau tidak ada kendala, bulan depan mulai pembangunannya. Sekarang lagi proses pembangunan untuk jalur jaringan tiang listrik di lokasi huntap yang dilakukan oleh petugas PLN,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengatakan, pihaknya membenarkan soal rencana pembangunan huntap bagi warga pergerakan tanah di wilayah Kecamatan Nyalindung. “Untuk korban retakan tanah di Desa Mekarsari, rencananya akan digabung bersama warga bencana retakan tanah di Ciherang, tepatnya di Kampung Baru, Kedusunan Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung. Tanah disana milik PTPN VIII,” kata Eka.
Tanah milik PT PTPN VIII yang rencananya akan dibangun hunian tetap itu, akan memerlukan lahan dengan luas sekitar 4,5 hektare. “Jadi nanti akan menampung seluruh warga terdampak dari bencana pergerakan tanah. Untuk warga Desa Mekarsari, terdapat 21 rumah hunian tetap dan untuk di Desa Cijangkar ada 128 unit rumah hunian tetap,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Ketika disinggung mengenai kendala yang dijumpai pemerintah untuk membangun hunian tetap, dirinya menjawab kendalanya adalah lahan yang akan dibangun hunian tetap bagi warga terdampak retakan tanah tersebut belum ada tandatangan Memorandum of Understanding (MoU).

“Persoalannya adalah lahan belum ada perjanjian dengan pihak PTPN. Sekarang sedang membangun kerjasama dengan pihak PTPN. Intinya, sedang dalam proses pengajuan,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait