BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Kodrat Siap Hadapi Kejuaraan Gelora Matras

×

Kodrat Siap Hadapi Kejuaraan Gelora Matras

Sebarkan artikel ini
LATIHAN: Sejumlah atlet Kodrat Satlat Kota Sukabumi menjalani latihan serius di Gedung Juang Sukabumi, kemarin (15/9). IKBAL/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Keluarga Olahraga Tarung Derajat ( Kodrat) Satlat Kota Sukabumi terus meningkatkan porsi latihan untuk menghadapi Kejuaraan Gelora Matras 2019 yang akan digelar 29 September mendatang. Peningkatan tersebut berupa penambahan jadwal latihan yang difokuskan pada teknik bertarung atlet.

Pelatih utama Kodrat Satlat Kota Sukabumi, Dadeng mengatakan, untuk jadwal latihan ini dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu, yakni pada pada hari Rabu dan Kamis. Dimana, pihaknya akan menggembleng para atlet yang akan diturunkan dengan fokus pada teknik bertarung, sehingga dalam Kejuaraan Gelora Matras 2019 itu, para atlet tidak canggung.

Bank bjb Tandamata

“Untuk para petarung yang akang mengikuti pertandingan yakni dari Satlat Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan Satlat Kabupaten Bogor,” kata Dadeng didampingi Senior Tarung derajat Kota Sukabumi, Ari Febriana ditempat latihan di Gedung Juang Sukabumi, kemarin (15/9).

Ditambahkan Dadeng, saat ini ada enam petarung usia dini dan pelajar dari Satlat Kota Sukabumi yang tengah dilatih semaksimal mungkin untuk bertarung. Para atlet dipersiapkan untuk uji tanding namun tetap difokuskan pada teknik bertarung. “Uji tanding Gelar Matras akan diikuti berbagai tingkat, SD,SMP, dan SMA. Uji tanding ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi para atlet olah raga Bela Diri Tarung Derajat,” tambahnya.

Sementara Ketua Umum Pengurus Cabang Olah Raga Tarung Derajat Kota Sukabumi, Dida Sembada mengatakan, meski kepengurusan dan surat keputusan baru terbentuk, namun pihaknya optimis semuanya dapat berjalan dengan lancar.”Kodrat Kota Sukabumi baru terbentuk kepengurusanya, Surat Ketetapan (SK) baru turun. Kami akan konsolidasi dulu, serta menginvetarisir masalah-masalah internal dan tentu yang paling utama adalah menginventarisasi kemampuan pembiayaan, cukup tidak cukup disinkronkan,” pungkasnya.

(bal/rs)