SUKABUMI — Alun-alun laut Gadobangkong, salah satu ikon wisata Pemerintahan Kabupaten (pemkab) di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan. Kali ini, pemberitaan ramai di media sosial menyoroti kerusakan pada ornamen patung penyu yang menjadi daya tarik utama lokasi tersebut.
Patung penyu yang diduga terbuat dari material kardus dan rangka bambu itu ramai di media sosial dan menjadi sorotan banyak masyarakat, dimana hanya dalam waktu enam bulan setelah pembangunannya rusak di beberapa bagiannya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kondisi patung penyu yang cepat rusak memang memprihatinkan.
“Kita baru tahu bahwa material patung penyu itu terbuat dari kardus. Ini tentu menjadi perhatian serius,” ujar Ade. Rabu (5/2/2025).
Ade menjelaskan, Alun-alun Gadobangkong beserta seluruh fasilitasnya, termasuk patung penyu, merupakan hasil pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat Ridwan Kamil Gubernur dengan nilai anggaran mencapai Rp15,6 miliar.
“Pemerintah kabupaten Sukabumi mengucapkan terimakasih kepada provinsi yang telah bisa membangun Gadobangkong tanpa bantuan provinsi kita tidak bisa membangun disana,” jelas Ade Suryaman.
Kemudian setelah rampungnya pengerjaan dari pembangunan itu, kata Ade lagi saat ini telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada akhir tahun 2024 dari pemerintah provinsi Jabar. Namun, hingga saat ini, Pemkab Sukabumi belum mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan.






