SUKABUMI — Parta (50) Warga Kampung Babakan RT (30/07) Desa Sukamanis Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi hanya bisa pasrah ketika harus makan dan buka cukup dengan nasi saja tanpa lauk pauk seperti kebanyakan orang biasanya. Betapa tidak, dengan pekerjaan sebagai pemulung dirinya hanya mampu membeli beras sealakadarnya tanpa lauk pauk.
Pria yang menduda sejak lama ini, memang tinggal di gubug renyot yang kondisinya sudah rusak. Namun, hal itu tidak dijadikan alasan untuk menjalankan ibadah puasa. Penghasilan sebagai pemulung hanya cukup untuk makan saja membuat hidup Parta serba kekurangan, apalagi di tengah kondisi Covid 19 ini membuat dirinya harus rela makan cukup dengan nasi saja.
“Ah, abdimah saaya-aya tuangna sakapendakna, kadangmah sangu hungkul, (saya makan seadanya saja, terkadang hanya nasi saja), “jelas Parta.
Kondisi rumah yang sudah tidak lanyak huni, atap rumah bocor dan alas hanya terbuat dari kayu yang sudah lapuk Parta hanya bisa berserah diri dalam menjalani sisa hidupnya. Para tetangga yang berada di sekitar Parta hanya bisa memberikan bantuan seadanya. Untuk menyambung hidupnya dirinya hanya mampu menjadi pemulung. Namun, akibat situasi Covid ini dirinya hanya bisa memulung ke tempat-tempat yang aman tidak bisa ke tempat sembarangan. “Saya juga takut tertular, memulungnya hanya di lokasi dekat saja, “cetusnya.
Mendengar adanya warga kadudampit seperti itu, relawan Jabar bergerak langsung bergerak membantu kakek yang hidup sebatang kara tersebut dengan langsung memberikan bantuan sembako untuk makan sahur dan buka puasa.
“Kami dari Jabar bergerak tadi siang mendapatkan info tentang keadaan pak Parta ini, dan Alhamdulillah kami bisa langsung kesini meskipun cuaca hujan, karena kami sadar namanya perut orang tidak bisa menunggu-nunggu, “jelas salahsatu relawan Jaber kabupaten sukabumi Ayus up Rianto.
Lebih lanjut Ayus berharap tak hanya ada bantuan dari Jabar bergerak saja, relawan lain juga diharapkan bisa membantu Parta, terutama memperbaiki rumahnya yang sudah hampir roboh. (die)






