BOGOR – Tangis Sugiarti turut mengiring kepergian mobil jenazah yang membawa jasad Yana Mulyana (42) ke rumah duka, korban kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi Bogor.
Suaminya itu merupakan satu dari 8 orang korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi 2 Bogor Selasa (4/2) lalu. Ia tidak menyangka, bahwa hari kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi Bogor itu, merupakan hari terakhirnya bersama sang suami.
Niat untuk pergi ke Bekasi sebelum melepas sang suami pindah kerja ke Kalimantan.
“Kami ke Bekasi mau mengambil alat kerja suami, karena pekerjaannya sudah beres. Soalnya suami besoknya mau ke Kalimantan karena pindah kerja,” ujar Sugiarti seperti dikutif Radar Bogor.
Di mobil itu, berisikan Sugiarti, Yana Mulyana dan buah hati mereka Ryujia Adriana. Kemudian di kursi belakang terdapat Wahyudin, Yosep Irawan, dan Dasep Naseh yang merupakan rekan Yana. Mereka berangkat dari arah Sukabumi tempat tinggal mereka.
Sesampai di Gerbang Tol Ciawi 2, Kartu E-Toll Yana mengalami kendala saat hendak keluar jalur tol. Oleh petugas, Yana diarahkan untuk meminta bantuan kepada pengendara di belakang dan turun dari mobil.
Saat itu lah peristiwa kecelakaan maut tersebut terjadi, yakni Selasa (4/2) sekitar pukul 23.30 WIB. “Saya sudah nggak ingat lagi, ingatnya pas saya keluar mobil itu sudah ketumpuk galon, dan dengar anak saya nangis,” tutur Sugiarti.
Sugiarti merupakan 1 dari 11 korban luka-luka dalam peristiwa tersebut. Termasuk anaknya yang masih berusia 3 tahun, dan ketiga rekan mendiang sang suami.
Sementara suaminya yakni Yana Mulyana merupakan 1 dari 8 korban meninggal dunia.
Dari peristiwa ini, menjadi kenangan buruk sekaligus pelajaran penting bagi Sugiarti. Khususnya dalam mempersiapkan diri saat bepergian menggunakan kendaraan mobil.”Mudah-mudahan di kemudian hari jangan sampai terjadi lagi, jangan sampai lalai, beli e-toll dulu sebelum masuk ke jalan tol,” tukas Sugiarti.(*)






