BOGOR — dari 5 korban luka kecelakaan di gate (gerbang) tol Ciawi 2 termasuk supir yang masih dirawat di RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor, hanya Ryuji Adriana yang justru bisa diajak komunikasi.
Meski semuanya dalam kondisi stabil. ”Adik Ryuji sudah bisa diajak berkomunikasi, sudah bisa makan walaupun belum banyak,” kata Direktur RSUD Ciawi, Fusia Meidiawaty, Kamis (6/2).
Ryuji Adriana, buyung tersebut, putra Yana Mulyana dan Sugiarti. Sang ayah meninggal dalam kecelakaan Selasa (4/2) tengah malam lalu yang merenggut delapan nyawa tersebut.
Sedangkan sang ibu mengalami luka di kepala dan tangan. Jenazah Yana sudah dipulangkan ke Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, untuk dimakamkan.
Sugiarti juga termasuk enam dari 11 korban luka yang diizinkan pulang. Total ada empat warga Selabatu yang masih memiliki hubungan kekerabatan menjadi korban dalam insiden maut tersebut.
Selain Yaya Mulyana sekeluarga, juga Wahyudin yang sampai kemarin masih dirawat di rumah sakit yang sama dengan Ryuji. Mereka berada dalam satu mobil dan dalam perjalanan ke Tambun, Bekasi.
Satu warga Sukabumi lainnya yang menjadi korban adalah Budiman. Seperti Yana, dia juga meninggal dunia. Termasuk yang masih dirawat di RSUD Ciawi adalah Bendi Wijaya, si sopir truk pengangkut galon yang diduga mengalami kegagalan rem dan menabrak lima mobil di depannya.
Menurut Fusia, kelima orang yang masih dirawat di RSUD Ciawi semuanya dalam kondisi stabil. ”Tiga orang diagnosis cedera kepala sedang dan dua lainnya cedera kepala ringan,” jelas Fusia.
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin memastikan biaya perawatan para korban kecelakaan di gerbang tol Ciawi 2 ditanggung Jasa Raharja. ”Kami meminta kepada direktur RSUD untuk memberikan pelayanan terbaik kepada korban yang masih dirawat,” kata Bey saat berkunjung ke RSUD Ciawi.
Dari 11 korban luka, hanya dua di antaranya yang tidak mengalami luka di kepala. Nurdin Ahyani, petugas keamanan Jasa Marga yang merupakan warga Kota Bogor, mengalami luka lebam dan memar di dada.






