Sementara itu, salah satu teman dekatnya Bilal, mengungkapkan hal yang paling diingat dengan pesan almarhumah yakni selalu mengingatkan tidak meninggalkan solat dan selalu menjaga kesehatan.
“Kalau setiap ketemu selalu mengingatkan solat sama selalu jaga kesehatan. Dia itu perhatian sama keluarga dan teman-teman deketnya,” kenang Bilal kepada Radar Sukabumi.
Sementara itu, Humas RSUD Al-Mulk Lisna Agustiyah mengatakan, sehari sebelum meninggal, almarhumah masih menjalankan tugasnya. Dirinya dinas siang dan pulang pukul 20.00 WIB.
“Bahkan tidak mengeluhkan apapun selama bertugas,” kata Lisna Agustiyah kepada Radar Sukabumi.
Diterangkan Lisna, pada Jumat dirinya sempat menjalani rapid test dan hasilnya negatif. “Perlu kami tegaskan, bahwa hari Jumat sudah dilakukan pemeriksaan rapid test pada almarhumah dan hasilnya negatif. Nanti juga akan ada press release dari Walikota,” katanya.
Sampai saat ini, penyebab meninggalnya bidan itu masih menunggu hasil dari RSUD R Syamsudin SH. Karena ketika mengalami penurunan kesadaran, bidan itu dibawa ke RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.
“Meninggal di IGD Bunut (RSUD R Syamsudin). Ada penurunan kesadaran makanya dibawa ke Bunut,” ungkapnya.
Sebelumnya, Plt Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Rita Fitrianingsih mengatakan penyedian tempat khusus bagi paramedis atau perawat yang menangani Covid-19 kini bisa dinikmati.
Hanya saja, saat ini fasilitas tersebut baru diberikan untuk paramedis atau perawat yang bekerja di RSUD Syamsudin SH saja. Pasalnya, rumah sakit tersebut menjadi rujukan dalam mengahdapi wabah Covid-19.






