Ditanya masalah yang melatarbelakangi, Sogi memastikan tidak ada masalah dengan tetangga. Dia justru menyebut mayoritas warga yang hijrah secara sosial berperilaku baik. Dengan pengetahuan ilmu agama mumpuni.
“Gak ada masalah. Mereka baik sama tetangga, begitu juga sebaliknya. Hanya, kami menyayangkan pergi tanpa pamit,” tuturnya.
Sedikit informasi yang diketahui Sogi, kepergian puluhan warganya hendak menuntut ilmu di salah satu pondok pesantren di Malang. Entah kapan akan kembali lagi. Pihak desa juga tidak diberi penjelasan.
“Yang jual rumah kami tanya jawabnya seperti itu. Nanti kalau balik ke sini terus tinggalnya gimana, kami juga tidak tahu. Yang jelas, mereka tidak mengurus surat pindah,” bebernya.
(radarmalang/pojoksatu/izo)





