Makanya mengapa memilih ke Cianjur kata dia, bisa mendapatkan jatah yang banyak dalam waktu seminggu. Beda halnya di Kota Sukabumi. Di Kota SUkabumi, jatahnya hanya 2 sampai 4 lembar saja, itu pun sangat ketat.
“Kalau di Sukabumi salah satunya di dokter A itu paling mendapatkan 3 lembar. Itupun ketika mau beli lagi, lembaran obatnya harus dikembalikan lagi. Sementara di Cianjur, itu banyak. Tidak mungkin memakannya semuanya dalam seminggu, paling kita makan sehari 3 butir. Sisanya dijual,” jelasnya.
Dalam melakukan transaksinya, memang tidak bisa disasar oleh masyarakat umum. Lantaran, aksesnya pun terbatas hanya orang tertentu. “Iya kita sudah punya linknya. Jadi kepada orang yang pemakai obat tersebut,” ungkapnya.
Kalau Sudah Kecanduan, Susah Keluar dari kecandungan obat -obat keras seperti itu, nampaknya susah. Perlu adanya dorongan dan pengobatan medis. Seperti halnya dikatakan salah satu pria asli Kota Sukabumi. Dirinya merupakan pencandu yang mampu terbebas dari obat keras tersebut.
Memang bisa dikatakan masih pemula. Lantaran baru satu tahun mengkonsumsi obat-obat keras tersebut, mulai dari Tramadol, Dumolid, Riklona atau dikenal Rxking dan lainnya. Alasan dirinya mengkonsumsi obat tersebut, tadinya untuk menambah semangat bekerja dan menenangkan masalah-masalah kehidupannya.
Tapi dari awalnya coba-ciba, malah menjadi ketagihan dan kecanduan. “Saya memang awalnya mencoba untuk menambah gairah bekerja, tapi ke sini-ke sini jadi kecanduan,” ungkapnya.
Dalam sehari, dirinya bisa mengkonsumi sampai 10 butir. Bahkan bisa lebih dari itu. Diakuinya, efeknya memang sangat enak dirasakan dan kerja pun bersemangat. “Saya pernah minum Tramadol, Dumolid dan lainnya. Kalau tramadol saya sampai 10 butir sekali makan. Efeknya kita berasa nge fly gitu, masalah kehidupan pun berasa lupa,” ungkapnya.
Untuk mendapatkan obat-obat keras itu, kata pria gempal ini, mendapatkannya cukup mudah. Salah satunya dari jejaring teman-temannya. Tapi dirinya tidak mengetahui secara jelas dari mana obatnya. “Ya semasa teman kan suka banyak jaringannya. Tinggal kita kontek lalu kita beli,” akunya.






