Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu bangunan MCK, lalu merambat cepat ke sanggar seni, Imah Gede, hingga permukiman warga akibat cuaca panas dan angin kencang. Dalam waktu 20 menit, puluhan rumah dan lumbung padi habis dilalap api.
Selain bantuan logistik, kebutuhan mendesak warga kini meliputi pakaian dewasa dan anak-anak, pakaian dalam perempuan, serta makanan instan. Masyarakat bersama Pupuhu Kasepuhan berharap rumah adat dapat dibangun kembali di lokasi semula dengan penataan lebih baik tanpa menghilangkan nilai budaya turun-temurun.(ndi/d)





