Keren, Panen Perdana Ternak  Ayam Tefa Closed House System Sekolah Vokasi IPB Sukabumi

  • Whatsapp

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Teaching Factory (Tefa) peternakan ayam kandang modern  (Closed House System), kemitraan Sekolah Vokasi IPB University dengan PT Charoen Pokphand Indonesia  (CPI) menuai hasil yang mengembirakan. Pada panen perdana yang digelar, Sabtu (10/4) di Kampus IPB  Sukabumi, setidaknya dihasilkan 40 ribu ekor dengan Feed Convertion Ratio 1.479, index performance 382.89 dalam waktu 32 hari.

Selain Dekan Sekolah Vokasi Arief Daryanto,  panen perdana ini dihadiri oleh Wakil  Rektor IPB Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Drajat Martianto, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan Prof. Agus Purwito, Sekretaris Institut Aceng Hidayat , para dekan di lingkungan IPB, Wakil Dekan Sekolah Vokasi Wawan Oktariza, Manajer IPB Sukabumi dan wakil manajer, Agrianita IPB, Sekretaris BPKAD Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar) Jemmy Wijaya dan Ferdiansyah dari PT Charoen Pokphand Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dekan Sekolah Vokasi IPB Arief Daryanto mengatakan,  pemeliharaan ayam dengan sistem  Closed House berjalan dengan sukses dengan kinerja sanat baik. Bahkan, kata dia, tingkat kematian (mortalitas) hanya 1,8 % persen.

Peternakan dengan sistem Closed House tersebut, jelas Arief, dinilai baik untuk dipraktikkan. Selain bernilai ekonomi juga menjadi wadah pembelajaraan bagi mahasiswa yang melakukan praktik lapang dan riset peternakan ayam.

“Kandang ini bagus sekali. Bila IPB University punya kandang seperti ini tidak hanya di Sukabumi dan lebih dari satu, kita bisa produksi ayam puluhan ribu per bulan, dan masyarakat, mahasiswa serta alumni kita bisa belajar dan bekerja di sini. Ini menjadi tempat untuk menjalankan Tridharma perguruan tinggi,” paparnya.

Sebelumnya, peternakan ayam sistem tertutup tersebut mulai diresmikan Rektor IPB pada Sabtu 13 Maret lalu.

Closed House tersebut merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang dibangun dari dana hibah  Pemerintah Provinsi Jabar dilengkapi dengan teknologi pengaturan suhu dan kelembanan udara. Sehingga proses pemeliharaan dan pengelolaannya berlangsung sangat efisien. Fasilitas modern lainnya yang falam proses penyelesaian adalah Green House, yg akan mulai dioperasikan sekitar Juni 2020.

Wakil Rektor IPB Drajat Martianto mengatakan teknologi yang diadopsi sistem tersebut tergolong moderen, sehingga sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam proses belajar untuk mengenal teknologi terbaru dalam bidang peternakan ayam.

“Kegiatan panen ayam perdana bertepatan awal bulan Ramadan sehingga harga ayam sangat baik, karena banyaknya permintaan sekitar Sukabumi, panen ayam akan berlangsung beberapa hari,” jelas Drajat Martianto.

Untuk hasil panen, menurut perwakilan PT Charoen Pokphand Indonesia,  Jemmy Wijaya langsung dijemput dan diangkut oleh pedagang mitra PT Charoen Pokphand Indonesia, dan dalam dua pekan setelah kandang kosong, Sekolah Vokasi IPB akan kembali  berproduksi kembali dengan kapasitas  44 ribu ekor hingga kontinyu menghasilkan ayam potong setiap periode.

“Kemitraan PT Charoen Pokphand Indonesia dengan IPB merupakan bentuk sinergitas dunia industri dengan dunia pendidikan. Belia sangat senang dengan panen perdana yang kinerjanya sangat baik ini. Karena tujuan kami  bermitra dengan IPB antara lain agar kebutuhan proten hewani masyarakat Indonesia bisa terwujud,” kata Jemy Wijaya melalui keterangan resminya kepada Radar Sukabumi, Minggu (11/4).

Terakhir Dekan Sekolah Vokasi Arief Daryanto menyampaikan terima kasih kepada PT Charoen Pokphand Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Jabat yang telah dan terus bekerja sama dengan IPB  untuk pengembangan Tefa di Sekolah Vokasi IPB Sukabumi.

“Semoga hal ini bisa memberikan inspirasi bagi seluruh Sekolah Vokasi di Indonesia,” pungkasnya.(*/wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *