Untuk memastikan kematian korban, sambung Endah, pihaknya langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Jenazah korban sudah dilakukan otopsi, pada siang tadi. Namun hasilnya belum diambil di RSUD Sekarwangi. Nanti bila suratnya sudah diambil, akan kami beritahu perkembangannya,” paparnya.
Sementara itu Ibu angkat korban, Yuyu (34) mengatakan, semasa hidupnya korban tidak suka keluyuran dan bermain ke luar rumah.
Namun saat kejadian, sekira pukul 10.00 WIB Yuyu keluar rumah untuk pergi berjualan. “Saat berangkat jualan, anak ini masih ada di rumah. Namun setelah pulang, sekira pukul 12.00 WIB saya tidak melihat anak saya,” jelas.
Setelah itu, ia langsung mencari ke rumah tetangga terdekatnya. Namun tiba-tiba, datang tokoh masyarakat ke rumah.
“Waktu itu, Pak RT bilang bahwa anak saya ada di sungai Cimandiri. Saat dilihat, saya keget bukan kepalang karena wajahnya sangat pucat dan sudah tak bernyawa,” pungkasnya.
Terpisah, Humas RSUD Sekarwangi, Ramdansyah mengatakan, Instalasi Kamar Jenazah RSUD Sekarwangi, Cibadak menerima kiriman jenazah dari RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi pada Senin (23/9) pagi, untuk dilakukan tindakan otopsi sesuai dengan permohonan dari pihak kepolisian.
“Tindakan otopsi selesai dilakukan pada pukul 11.30 WIB. Namun, saat ini kami belum bisa memberikan keterangan apapun mengenai hasil otopsinya sebelum ada perintah dari pihak kepolisian.
Setelah dilakukan tindakan otopsi, jenazah korban langsung dibawa oleh pihak keluarganya untuk dilakukan pemulasaran,” pungkasnya. (den/t)






