Kejari Sukabumi Blak-Blakan Soal Kasus Korupsi BPNT Yang Dituduh “Mandek”

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kasus Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sebelumnya, Kejaksaan Kabupaten Sukabumi mencium aroma penyelewengan program BPNT 2018. Dalam kasus itu, estimasi kerugian negara mencapai Rp 3,9 miliar. Atas hasil penyidikan, ditetapkan dua tersangka UK (45) dan NA (48) dalam dugaan  program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI tersebut.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, kendati dalam kasus ini sudah ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, Kejaksaan Negeri Kabupaten terus melengkapi berkas penyidikan dengan memanggil beberapa saksi.

Untuk melengkapi berkas penyidikan itu, kejaksaan panggil 325 orang untuk dimintai keterangan.

Ratusan saksi, diantaranya dari pendamping program keluarga harapan (PKH), tenaga kerja sukarela kecamatan (TKSK), dinas sosial, mitra Bulog, Bumdes, para kades, sejumlah tim koordinator dan dari Bulog.

Kepala Seksi Tindak Pidana Korupsi, Andreas Tarigan didampingi Kepala Seksi Intelejen, Aditia Sulaeman mengungkapkan, penyidikan kasus BPNT masih terus bergulir, hingga saat ini pihaknya masih menunggu penghitungan kerugian negara dari BPKP.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *