“Agen gas elpiji di Kabupaten Sukabumi ini, sekarang sudah ada 40 agen. Sebetulnya, sudah ada beberapa pangkalan dan beberapa agent yang dikurangi kuotannya maupun di PHO.
Tetapi, hal ini juga bukan sebuah solusi saya rasa. Karena, solusinya adalah bagiaman agar barang bersubsidi tersebut sampai di pelosok-pelosok.
Karena, jika sudah sampai di pelosok tidak akan ada lagi perbedaan harga atau harga diatas HET,” imbuhnya.
Masih ditempat yang sama, SBM Pertamina Sukabumi, Andi Arif ST menjelaskan, kedatangan pihak pertamina ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, bahwa memang dalam penyaluran gas elpiji tersebut, tidak bisa berjalan sendiri.
“Iya, kita butuh APH yang lain. Bahwa dalam penyaluran itu kan tentu dilapangan butuh monitoring bersama, kita, APH dengan pemda.
Jadi ini dukungan juga dan kita mengucapkan terimakasih mudah-mudahan monitoring kita ke depan bisa lebih disipilin dan lebih ketat lagi,” pungkasnya. (den/t)






