Survei Alvara Soal Pembukaan Sekolah
Respon Publik Terhadap Pembukaan Sekolah
– 54,5 persen – Tidak setuju sekolah dibuka
– 45,5 persen – Setuju sekolah kembali dibuka
Alasan Tidak Setuju Sekolah Dibuka
– 88,8 persen – Takut siswa tertular dan membawa virus
– 55,6 persen – Anak rentan terhadap penyakit
– 41,7 persen – Anak akan susah diatur untuk memakai masker dan cuci tangan
– 33,5 persen – Khawatir anak jajan sembarangan
Alasan Yang Setuju Sekolah Dibuka
– 41,3 persen – Anak malah tidak akan belajar di rumah
– 38,0 persen – Anak bosan di rumah
– 35,4 persen – Anak susah disuruh belajar
– 33,0 persen – Anak lebih senang berkumpul dan kluyuran
– 31,3 persen – Anak sudah kangen sekolah.
– 27,0 persen – Orang tua tidak mempunyai teknik mengajar yang baik
– 23,6 persen – Menghabiskan kuota internet
– 22,7 persen – Orang tua belum memahami subtansi pelajaran
– 14,9 persen – Orang tua masih bekerja
Harapan Jika Sekolah Kembali Dibuka
– 88,2 persen – Mengikuti protokol kesehatan
– 64,5 persen – Sekolah harus menyediakan tempat cuci tangan
– 50,8 persen – Sekolah harus menyediakan masker
– 50,4 persen – Diberlakukan dua gelombang masuk sekolah
– 46,9 persen – Pemerintah dan sekolah menyediakan vitamin
– 32,8 persen – Meminta agar kantin sekolah menyediakan makanan bergizi
– 30,6 persen – Meminta dilakukan rapid tes seminggu sekali
– 27,4 persen – Meminta sekolah menyediakan makanan bergizi.
*Sumber: Alvara Research Center






