Menurutnya, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sudah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh stakehoalder, mulai dari masyarakat, pelaku usaha pariwisata, komunitas dan element lainnya agar memberikan dukungan secara penuh supaya Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar menjadi kampung adat terpopuler di API 2020.
“Sekarang ini, Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar tengah bersaing dengan sembilan kampung adat yang ada di Indonesia yakni, Desa Adat Gumtar di Kabupaten Lombok Utara, Desa Pampang di Kota Samarinda, Kampung adat Namata di Kabupaten Sabu, Kampung Saguro di Kabupaten Lima Puluh Kota, Pelang Penidai di Kota Pagar Alam, Rumah Benteng Saham di Kabupaten Landak, Rumah Tuo Rantau Panjang di Kabupaten Merangin, Setulang di Kabupaten Malingau, Tingkonan Karuaya di Kabupaten Tana Toraja,” bebernya.
Pihaknya menambahkan, dengan masuknya Kasepuhan Cipta Gelar sebagai nominasi kampung adat terpopuler, diharapkan keberadaan Kasepuhan Cipta Gelar dapat semakin populer.
Sehingga dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik lokal maupun wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara untuk dapat berkunjung ke Kasepuhan Cipta Gelar.
“Iya, karena banyak sekali kearipan lokal yang ada Kasepuhan Cipta Gelar ini.
Tentunya, bila banyak wisatawa yang datang berkunjung kesana, otomatis selain dapat mengharumkan nama baik Kabupaten Sukabumi, juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga sektiar,” pungkasnya. (den/d)






