SUKABUMI — Karang Taruna Kecamatan Simpenan Sukabumi membatalkan somasi terhadap Pandawara grup, Kamis (05/10/2023).
Pembatalan setelah terjadi klarifikasi atau mediasi dengan karang taruna, kepala desa Sangrawayang serta unsur terkait lainnya di aula rapat mako polres jalan jendral Sudirman komplek perkantoran Jajaway, Kecamatan Palabuhanratu.
Perwakilan dari Pandawara Grup Gilang Rahma mengatakan proses mediasi berjalan dengan lancar dengan hasil positif, dan menyayangkan selama ini hampir seluruh kabar yang beredar di media sosial menurutnya kurang tepat.
“Hasil mediasi pandawara grup, Karang Taruna dan semua aparatur desa setempat itu positif karena emang kamipun sangat menyayangkan selama ini hampir seluruh kabar yang ada di media itu kurang tepat,” ungkap Gilang.
Dengan usainya mediasi tersebut, kata Gilang lagi sebagai upaya untuk meluruskan informasi yang beredar, kegiatan bersih bersih sampah di pantai Cibutun, pesisir Loji, Desa Sangrawayang akan tetap dilaksanakan tanpa mengurangi semangat menciptakan kebersihan lingkungan.
“Kita akan kolaborasi tanpa mengurangi semangat kita sedikitpun, dan rencananya besok akan kita mulai pukul 07.00 Wib pagi sampai selesai, sepertinya kemungkinan tetap dua hari di gelar tapi kita mungkin melihat kondisi disana, kalau misalnya jika memang satu hari bisa efektif dan maksimal mungkin ke esok harinya kita cuma satu hari, kalau bisa satu hari ya kita laksanakan satu hari,” terangnya.
“Harapan pandawara grup, mungkin dengan terjadinya somasi tadi, kita bisa lebih hati hati, pada intinya kita pandawara grup meminta permohonan maaf bila mana terjadi uacapan ataupun tingkah laku yang kurang berkenan disemua pihak yang ada di desa Sangrwayang,” ucapnya.
Ditegaskan Gilang, dalam klarifikasinya bersama karang taruna kecamatan Simpenan, kepala desa Sangrawayang serta unsur terkait lainnya terkait penomoran pantai terkotor nomor 4 di Indonesia hal itu sebenarnya nomor urutan kunjungan pandawara grup.
“Kita tadi mengklarifikasi menjelaskan ke pihak desa dan karangtaruna bahwasannya itu adalah urutan kunjungan, bukan peringkat terkotor, tapi urutan kunjungan,” paparnya.
Sementara itu ketua Karang Taruna Kecamatan Simpenan Deris Alfauzi mengungkapkan bersyukur atas adanya mediasi yang digagas Kapolres Sukabumi dengan pandawara grup terkait ramainya persoalan sampah nomor 4 terkotor di Indonesia sudah selesai, dan soal pihak desa dan karang taruna yang menolak aksi bersih bersih sampah yang akan dilaksanakan pandawara grup.
“Alhamdulillah apa yang hari ini ramai di media sosial sudah diklarifikasi. Tadi kita berdiskusi sama-sama dan mempertanyakan, takutnya ada miskomunikasi kembali. Tadi sepakat, dua permasalahan yang muncul di media sosial itu yang pertama penolakan, ternyata tadi sudah disampaikan tidak ada penolakan,” terangnya.
“Kedua penomoran, itu bukan penomoran urutan ranking, tapi penomoran kunjungan yang ke 4 Pandawara grup ke Kabupaten Sukabumi, khususnya ke Kecamatam Simpenan,” sambungnya.
Sehingga, kata Deris lagi rencana somasi yang akan dilakukan Karang taruna kepada pandawara grup atas hal itu telah selesai, dan pihaknya beserta unsur unsur terkait akan mendukung kegiatan bersih bersih sampah yang akan dilaksanakan padawara grup.
“Saya sudah sampaikan kemarin, apabila tidak ada klarifikasi dan tidak ada kejelasan, maka kita akan somasi. Karena ini sudah disampaikan, diklarifikasi, maka kita nyatakan somasi yang saya sampaikan itu dibatalkan,” paparnya.
“Kita sudah bersepakat, bersama-sama dengan Pandawara Group, karang taruna, KNPI, OKP Ormas, serta masyarakat Desa Sangrawayang untuk turun bersama-sama membersihkan pantai Talanca, Pantai Loji, Cibutun, Sangrawayang, tadi saya sampaikan, yuk kita perbaiki nama baik saya secara pribadi dengan keluarga saya, dengan cara apa?, kita bikin konten bareng-bareng, supaya kita di mata masyarakat sudah clear dan bersama-sama,” tandasnya. (ndi/d).






