BERITA UTAMA

Joget Sadbor di Cikembar Sempat Dikunjungi Tiktoker Luar Pulau, Kades Ungkap Faktanya

×

Joget Sadbor di Cikembar Sempat Dikunjungi Tiktoker Luar Pulau, Kades Ungkap Faktanya

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARAI : Kepala Desa Bojongkembar, Solehudin, saat diwawancarai terkait aktivitas Joget Sadbor.(FOTO : DENDI/ RADAR SUKABUMI)
DIWAWANCARAI : Kepala Desa Bojongkembar, Solehudin, saat diwawancarai terkait aktivitas Joget Sadbor.(FOTO : DENDI/ RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI – Joget Sadbor ala Patuk Ayam di Kampung Babakan Baru, Desa Bojongkembar RT 05/RW 09, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, telah menyita perhatian semua kalangan.

Konten Sadbor dengan tagline Beras Habis, Live Solusinya ini, diketahui bukan hanya diikuti oleh warga di kampung tersebut saja.

Bank bjb Tandamata

Namun, sejumlah warga dari luar desa, kecamatan hingga luar kota dan pulau, pun dikabarkan telah mendatangi lokasi live tiktok Sadbor, di wilayah Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, untuk ikut collab di akun TikTok Sadbor.

Hal demikian, disampaikan Kepada Desa Bojongkembar, Solehudin Wahid. Bahwa menurutnya, warga dari luar daerah yang ikut duet joget Sadbor ini, untuk mengikuti jejak Sadbor atau Gunawan yang berhasil mendapatkan penghasilan dari live Joget Patuk Ayam.

“Yang joget Sadbor itu, bukan hanya dari warga kampung sini saja, tetapi dari luar desa juga ada sampai daerah Tasik pun ada. Lintas kecamatan ada, bahkan lintas kabupaten juga ada. Mereka ikut joget juga gaya sadbor di Tasik sepertinya terafiliasi. Mungkin di collab dengan gerakan yang sama,” kata Solehudin pada Selasa (05/11).

“Iya, saking ramainya, dari Medan juga sempat ke sini sengaja datang. Bahkan, Sadbor juga sempat dapat undangan dari Surabaya,” imbuhnya.

Menurut Solehudin, sebelum viral di media sosial, Sadbor ini diketahui telah bekerja di Jakarta sebagai tukang jahit keliling.

Saat bekerja di Jakarta, Sadbor kerap melakukan live. Namun, sekitar satu tahun lalu, Sadbor kembali ke kampung halamannya dan memulai aktivitas live tiktoker Joget Patuk Ayam.

Sewaktu viral di media sosial, kata Solehudin, pemerintah Desa Bojongkembar, telah mengundang Sadbor ke kantor Desa Bojongkembar, untuk dimintai keterangan soal aktivitas mereka.

Saat itu, mereka atau Sadbor telah menjelaskan, kepada pemerintah Desa Bojongkembar, bahwa mereka telah melakukan live tiktoker untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

“Itu dipanggil oleh saya ke kantor desa itu, ada sekitar 7 sampai 8 bulan kebelakang yah. Waktu itu, kami juga memberikan imbauan-imbauan serta risiko media sosial dan sudah kami sampaikan, cuma khususnya judi online ini belum saya imbau, karena awalnya saya tidak curiga ada dugaan mengarah ke promosi judi online,” tukasnya.

“Makanya, untuk yang nyawernya siapa itu, saya gak tahu dan gak punya kecurigaan ke arah sana. Jujur, reaksi pemerintah desa sangat kaget, serasa gak percaya, karena saya tahu keluguan sadbor berikut teman-temannya juga, saya nggak memprediksi sejauh ini sampai promosi judi online,” timpalnya.

Lebih lanjut Solehudin menjelaskan, bahwa rumah Sadbor ini, lokasinya tidak jauh atau berdekatan dengan rumah Kepala Dusun (Kadus) atau kepala kewilayahan Kadus Margarasi, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar.

“Jadi, sedikit banyaknya saya juga tahu aktivitas sadbor kalau misalkan dapat rejeki atau saweran dari live TikTok nya itu, beliau suka memberikan sumbangsih untuk warga yang meninggal, kadang untuk peringatan-peringatan hari besar Islam atau nasional, seperti Agustus-an seperti itu,” paparnya.

Dalam sehari, ujar Solehudin, Sadbor ini bisa menghasilkan uang dari live tiktoker Joget Patuk Ayam, lebih dari Rp1 juta. Sementara, dalam sehari di akun Sadbor tersebut, diketahuinya telah melakukan live sebanyak 3 kali.

“Itu setiap yang nyawer dan beri gift juga sama teman-temannya sadbor diucapkan terima kasih atau memberikan challenge seperti guling-guling juga,” pungkasnya. (den/d)