SUKABUMI – Setelah ramai di media sosial (medsos) tentang tuduhan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) berafiliasi dengan kelompok dan organisasi radikal, akhirnya perusahaan jasa pengiriman barang dan logistik terbesar itu memberikan klarifikasi dengan didampingi oleh kuasa hukumnya sekaligus pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.
Dalam Press Conference yang digelar di Jetski Cafe Jln. Pantai Mutiara, Pluit Jakarta Utara pada Rabu (16/12) tersebut, Hotman Paris tidak segan-segan untuk memenjarakan siapa saja yang berani menyebar fitnah pada salah satu jasa pengiriman pengiriman, yaitu JNE.
“Tidak segan-segan kami akan memenjarakan siapa saja yang berani memfitnah yang tidak berdasar, dan bila perlu akan kami laporkan dalam ranah pidana,” ungkap Hotman Paris mengawali konferensi persnya dengan JNE.
Dengan dilaksanakannya konferensi pers ini, Hotman berharap tidak akan ada lagi orang-orang yang berusaha untuk menyudutkan dan memfitnah JNE.
“Harapan kami mulai saat ini tidak akan ada lagi orang-orang berusaha untuk memfitnah JNE,” tegas pengacara kondang tersebut.
Sementara itu dalam keterangan resminya kepada Radar Sukabumi, Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi juga membantah tudingan bahwa perusahaan JNE terafiliasi dengan ormas atau telah mendanai gerakan radikal.
Feri menagaskan bahwa JNE adalah perusahaan netral. Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya hanya ingin berbisnis dan tidak mau masuk dalam isu yang berbau SARA.
“Demi Allah bahwa JNE adalah organisasi yang netral. JNE tidak berafiliasi dengan organisasi kelompok atau peroangan manapun, JNE hanya ingin berbisnis dengan tenang tanpa embel-embel apapun. Seperti kami katakan, JNE ingin membantu masyarakat,” ungkap Feri.
Seperti diketahui bersama, Tudingan bahwa JNE terafiliasi dengan salah satu ormas ramai di media sosial saat Haikal Hassan bersama sejumlah tokoh turut memberi ucapan ulang tahun ke-30 kepada JNE awal November lalu.
Haikal yang kini menjabat sebagai Sekretaris Habib Rizieq Shihab (HRS) Center dituding memiliki saham di JNE. Isu itu belakangan berbuntut, pada seruan #BoikotJNE. (*/sri)




