SUKABUMI — Hingga saat ini kondisi kemacetan di Jalur Utara Sukabumi Lumpuh total, hal itu terjadi sesuai Sebuah Truk pengangkut pasir adu banteng dengan truk pengangkut kecap di Jembatan Pamuruyan desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak Kamis Pagi (13/04/2023).
Syahroni Yasin (35) salah seorang warga menyebutkan akibat kecelakaan truk pada pukul 04:30 WIB ini menyebabkan kemacetan panjang.
“Yaris tidak bergerak, dua truk yang terlibat kecelakaan hampir menghabiskan bahu jalan, motor yang tadinya bisa melintas jadi kesulitan mengingat terlalu banyak yang melintas, “jelasnya Syahroni, Kamis (14/04/2023).
Menurutnya, lumpuhnya jalan Utara tersebut lantara tidak adanya jalan alternatif lain untuk dilintasi pengendara roda empat dan roda dua. Meski ada sebagian yang mencoba lewat jalan Nagrak dan Ciambar, kondisi jalannya belum begitu baik.
“Ya mau gimana, kalau macet di jalan Pamuruyan kan tidak ada jalan alternatif, macet ya macet saja. Ini harus jadi perhatian pemerintah terutama Kabupaten Sukabumi, segera bikin jalan alternatif lain di jalur ini, “pintanya.
Sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan Truk pengangkut pasir bernopol B 8490 TYT dengan Truk pengangkut kecap bernopol B 9216 RK menyebabkan kemacetan panjang. Mengingat lakalantas tersebut terjadi dijalan Nasional.
Ayong (35) menyebutkan hingga saat ini kedua truk tersebut belum bisa dievakuasi masih menunggu mobil derek, mengingat kedua truk tersebut dalam keadaan bermuatan.
“Kalau Supir Truk pasir selamat, sementara supir Truk Pengangkut Kecap terjepit, “singkat Ayong.
Adapun untuk kronologisnya dirinya belum bisa menjelaskan secara resmi, hanya saja truk pasir datang dari arah Cimangkok atau Sukabumi menuju Bogor dan Truk pengangkut kecap datang dari arah Bogor.
“Belum jelas kronologisnya, kami hanya mendengar dentuman saja saat usai sahur, pas keluar ada kecelakaan, “jelasnya.
Dirinya menduga kecelakaan tersebut disebabkan oleh jalan Pamuruyan yang sempit akibat adanya pengerjaan proyek jembatan yang tak kunjung selesai.
“Ia dua hari lalu truk Aqua terbalik, sekarang truk bertabrakan. Kemungkinan ini akibat jalannya yang sempit, “tegasnya.
Dirinya berharap kepada pemerintah segera memperbaiki proyek jembatan tersebut, pasalnya sangat rawan kecelakaan.
“Ya kami ingin segera jembatan ini segera selesai, jangan terus dibiarkan. Kejadian kecelakaan bisa kembali terjadi,”tukasnya.
Untuk diketahui, hingga sampai saat ini kemacetan dari dua arah tidak bisa dihindarkan. Mengingat kedua truk tersebut, menghalangi jalan Dari dua arah. Hanya kendaraan roda dua dan kendaraan kecil roda empat yang bisa melintas.
Hingga kini kepolisian masih melakukan rekayasa lalu lintas atau pengaturan di lokasi kejadian. Mengingat kendaraan masyarakat yang akan berkaktivitas mulai padat. (hnd)






