SUKABUMI – Deru mesin pengaduk semen memecah keheningan di perbatasan Kampung Mekarsari dan Kampung Cijolang, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Di bawah terik matahari, puluhan personel TNI bahu-membahu bersama warga. Bukan sedang dalam misi tempur, melainkan misi kemanusiaan, merajut asa melalui pengecoran jalan sepanjang 200 meter.
Kegiatan ini merupakan bagian vital dari sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0607/Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2026.
Selama bertahun-tahun, akses antara kedua kampung ini bak jalur yang terlupakan dan sulit dilalui dan kerap memutus interaksi warga saat musim hujan tiba.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD, Kapten Arm Andriono, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar mengejar target waktu. Penggunaan metode pres beton menjadi pilihan utama untuk menjamin infrastruktur yang kokoh.
“Kami tidak ingin membangun sesuatu yang hanya bertahan satu atau dua tahun. Dengan metode pres beton, kami memastikan kualitas dan ketahanan jalan maksimal agar mobilitas ekonomi warga tidak lagi terhambat oleh infrastruktur yang ringkih,” kata Kapten Andriono kepada Radar Sukabumi melalui press releasnya pada Minggu (15/02/2026).
Pemilihan material berkualitas tinggi ini dilakukan agar jalan tersebut mampu menopang beban kendaraan pengangkut hasil bumi, yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
Bagi warga Mekarsari dan Cijolang, jalan setapak yang kini mulai mengeras menjadi beton itu adalah simbol kemajuan.
Akses pendidikan bagi anak-anak sekolah yang dulunya harus berkubang lumpur, kini akan menjadi lebih singkat dan nyaman. Begitu pula dengan layanan kesehatan, ambulans atau kendaraan medis kini tak perlu lagi ragu masuk ke wilayah mereka.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap kesulitan masyarakat di pedesaan. TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulahan, tapi sebagai motor pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat,” tambah Andriono.
Respons positif meluap dari warga. Senyum sumringah terpancar saat melihat progres pembangunan yang signifikan.
Mereka berharap, rampungnya TMMD ke-127 ini menjadi pintu gerbang kesejahteraan yang lebih baik, mempererat silaturahmi antar-kampung, dan menghapus isolasi geografis yang selama ini menghimpit, pungkasnya. (why/den)





