BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Jalan Dicor, Oknum PNS Ngamuk

×

Jalan Dicor, Oknum PNS Ngamuk

Sebarkan artikel ini

Menurut Ade, memang tahun ini sudah diberlakukan Peraturan Bupati tentang kinerja ASN. Dalam peraturan itu ditegaskan, pegawai yang datang kesiangan akan memengaruhi pada Tunjangan Kinerja (Tukin) pegawai secara akumulasi. Mantan Kabag Hukum ini pun menduga, oknum ASN berbuat itu karena mengejar waktu untuk absen kerja.

“Harusnya dia berangkat lebih pagi untuk menghindari keterlambatan itu, menghitung dan menyesuaikan jarak tempuh. Ya kita akui, tidak elok adu mulut dengan masyarakat terlebih saat kondisi antre dengan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Bank bjb Tandamata

Karena keterbatasan informasi, Ade pun meminta masyarakat melaporkan oknum ASN itu. Ini sebagai dasar untuk menindak lanjuti prilaku ASN, agar bisa dilakukan pembinaan kedepannya. “Saya minta pelaporan saja. Biar nanti kita tindak lanjuti,” tandasnya.

Salah seorang warga setempat sekaligus petugas buka tutup jalan, Okih (40) mengatakan, insiden terjadi sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu, arah dari Sukabumi menuju Cikembar sudah dilakukan penutupan oleh petugas karena arah sebaliknya sudah mulai dibuka. Tiba-tiba, pengendara yang mengaku dari instansi pemerintahan ini memaksa petugas untuk dibukakan jalan, karena memaksa akhirnya warga pun membukakannya hingga terjadi kemacetan total.

“Informasi dari teman saya yang tugasnya pagi sampai sore hari, tadi ada oknum pegawai pemerintahan yang memaksa menerobos antrean. Karena dari arah Cikembar menuju Sukabumi sudah dibuka, akhirnya kemacetan total sampai 1,5 jam. Sempat cek-cok juga sama teman-taman karena dia ngotot menerobos katanya udah kesiangan mau upacara,” kata Okih kepada Radar Sukabumi, kemarin (19/8).

Dirinya menilai, perbuatan pegawai pemerintahan tersebut tidak terpuji. Akibat perbuatanya, banyak anak sekolah yang telat karena kendaraannya terjebak macet total. “Perbuatan pegawai tersebut tidak pantas dicontoh. Karena akibat kelakuannya, merugikan semua pengendara. Bahkan anak sekolah juga banyak yang telat kesekolah,” tuturnya.

Diterangkan dia, pengecoran jalan ini sudah berlangsung kurang lebih dua minggu sehingga warga setempat berinisiatif untuk membantu mengurai kemacetan dengan menggunakan sistem buka tutup jalan. “Warga bergantian untuk bertugas membuka tutup jalan agar lalu lintas tidak terjadi macet total. Ya, kalau dengan sistem buka tutup jalan ini kemacetannya hanya satu arah saja,” paparnya.

Sementara itu, warga lainnya Nanda Hamdani (25) meyayangkan kejadian yang dilakukan oknum pegawai pemerintahan tersebut. “Padahal seharusnya, pengendara menunggu antrean saja, karena semua pengendara juga memiliki kesibukan masing-masing.

Tapi sejauh ini, tidak ada kejadian seperti tadi itu. Apalagi ini pegawai pemerintahan masa tidak malu dengan masyarakat. Seharusnya, pegawai pemerintahan lebih mengedepankan etika bukannya begitu,” tukasnya. (bam/t)