Jalan Cibadak jadi Sungai

  • Whatsapp
Anak-anak di sekitar Jalan Suryakencana Kelurahan/Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi bermain air saat jalanan tersebut berubah seperti sungai akibat banjir.

SUKABUMI – Hujan yang mengguyur Sukabumi kembali menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Bahkan, ruas Jalan Suryakencana yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Cibadak berubah menjadi sungai. Sistem drainase di jalan yang berstatus milik nasional itu, diuduga tak berfungsi dengan baik. Sehingga, setiap kali hujan deras datang, air meluap ke badan jalan.

Selain itu, dampak dari kurang berfungsinya drainase yang berada pada pusat keramaian Kecamatan Cibadak ini, menimpa para pedagang di sekitar jalan tersebut. Tidak hanya itu, arus lalu lintas dari kedua arah terganggu karena ketinggian air bisa mencapai mesin kendaraan.

Bacaan Lainnya

Dampak dari banjir ruas Jalan Suryakencana itu dialami oleh Alfi, pedagang bakso yang mengais rejeki di seputaran ruas jalan nasional itu. Menurutnya, air yang meluap dari drainase tersebut masuk kedalam lapak dagangannya. Sehingga, para pembali pun enggan karena di lokasi dagangannya kotor.

“Masuk pak ke lapak. Bahkan saat hujan besar, air bisa mencapai 30 cm. Tentunya karena ada air, dagangan menjadi sepi, dan hal ini terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi tiba,” keluhnya kepada Radar Sukabumi, Senin (23/11/2020).

Pria bertubuh gempal ini berharap, agar pemerintah mengambil tindakan sehingga dikala hujan tiba, air tidak lagi meluap ke badan jalan hingga pertokoan. Alfi menilai, walaupun air akan kembali surut dalam beberapa saat, namun jika setiap hujan harus meluap, merugikan masyarakat.

“Ya harapan kami agar diperbaiki saja saluran airnya. Harapan ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah setempat, tapi memang informasi yang saya terima, jalan ini kewenangannya ada di pemerintah pusat,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Lutfi, pengendara roda dua. Dirinya terpaksa memarkirkan kendaraannya karena ketinggian air mengancam mesin kendaraannya. Sehingga, dirinya lebih memilih untuk menunggu banjir genangan tersebut hingga reda.

“Pernah dulu saya paksakan melaju saat kondisi sama seperti ini, akibatnya motor saya rusak pak sehingga saya kapok. Seharusnya diperbaiki, karena kondisi ini bukan sekali terjadi, tetapi sudah berkali-kali,” pungkasnya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *