JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) dapat diamati di Indonesia pada Selasa (3/3) petang. Berdasarkan data pengamatan, gerhana dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, serta 20.33.39 WIT.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan bahwa masyarakat berkesempatan menyaksikan fenomena langit ini secara langsung, dengan syarat kondisi cuaca cerah.
Wilayah timur Indonesia memiliki visibilitas lebih baik karena dapat melihat fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sementara itu, di wilayah barat, Bulan baru muncul ketika gerhana sudah memasuki fase totalitas.
Fenomena ini akan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB, atau sekitar tengah malam waktu Indonesia timur, ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi. BMKG mencatat durasi keseluruhan gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik, dengan fase totalitas selama 59 menit 27 detik.






