BERITA UTAMAPemda Kabupaten Sukabumi

Jabar Siaga Satu, TKA Makin Diawasi

×

Jabar Siaga Satu, TKA Makin Diawasi

Sebarkan artikel ini

“Saat para SKPD di kumpulkan, nanti Pak Bupati akan langsung membuat segera keputusan tentang pedoman penanganan, pengendalian penyakit corona di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Pasca viralnya virus corona yang membuat resah warga Sukabumi, telah menyita perhatian serius dari semua elemen. Bagaimana tidak, warga asal Kecamatan Cisaat yang merupakan pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi itu, telah dikabarkan meninggal dunia pada pukul 00.00 WIB, Senin (2/3) lalu.

Bank bjb Tandamata

Lantaran, diduga terjangkit virus corona. Kemunculan issu virus yang mematikan di Sukabumi ini, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan, wabah virus corona yang kini sudah memasuki Indonesia telah membuat warga Sukabumi khawatir. Terlebih lagi, baru-baru ini telah viral di media sosial seperti Facebook maupun telah beredar pesan berantai melalui pesan WhatsApp terkait warga Sukabumi yang diduga terjangkit virus corona.

“Saya menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi untuk senantiasa waspada dan berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang belum dikenal. Untuk itu, disarankan agar menggunakan masker dan menjaga pola makan yang baik serta lebih higenis. Iya, karena virus corona ini bisa menyebar dan menular dari udara maupun melalui jabat tangan,” jelas Yudha kepada Radar Sukabumi, kemarin (3/3).

Semenjak virus corona memasuki Indonesia, sambung Yudha, DPRD Kabupaten Sukabumi langsung mendesak kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi agar selalu sigap dan mempersiapkan tindakan preventif kepada masyarakat agar tidak terjangkit virus yang mematikan tersebut.

“Saya juga sudah melakukan komunikasi melalui Komisi IV yang merupakan mitra kerjanya Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk segera melakukan upaya preventif dalam mencegah penyebaran virus tersebut. Salah satunya, menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk siaga satu,” bebernya.

Untuk menanggulangi penyebaran virus tersebut, DPRD juga telah melakukan kerjasama dengan seluruh stakehoalder. Seperti Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi dan lembaga terkait lainnya.

“Kita sudah rapatkan soal ini, baik secara internal DPRD maupun dengan lembaga lainnya. Seperti melakuakan pendataan dan pengawasan yang intensif kepada sejumlah perusahaan industri yang telah memperkerjakan TKA asing di Sukabumi.

Iya, intinya bila ada TKA di Sukabumi, agar dilakukan tes kesehatannya. Jangan sampai, mereka tertular virus itu. Kalau misalkan, TKA ini terjangkit virus corona bisa berbahaya karena virus tersebut dapat menular,” paparnya. (den/t)