Dia berpendapat, penurunan IKT ini bisa disebabkan oleh adanya dugaan satu orang teroris di Kota Sukabumi. “Dimungkinkan tidak terdeksinya 1 orang teroris di Kota Sukabumi yang diciduk Densus 88 bulan Oktober 2023 lalu. Itu sih pandangan saya, tapi secara umum tingkat toleran warga Kota Sukabumi meningkat,” ucapnya.
Sekedar informasi, dikutip dari laman resmi SETARA Institute, Indeks Kota Toleran (IKT) ditujukan untuk memberikan baseline dan status kinerja pemerintah kota dalam mengelola kerukunan, toleransi, wawasan kebangsaan dan inklusi sosial. Ada empat variabel yang terdiri dari regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindakan pemerintah, dan demografi agama.
Kemudian dari masing-masing variabel terdapat indikator penilaian. Secara rinci, indikator penilaian IKT yaitu rencana pembangunan dalam bentuk RPJMD dan produk hukum pendukung lainnya, ada tidaknya kebijakan diskriminatif, peristiwa intoleransi, dinamika masyarakat sipil terkait isu toleransi, pernyataan pejabat kunci tentang isu toleransi, tindakan nyata terkait isu toleransi, heterogenitas keagamaan penduduk dan inklusi sosial keagamaan.(*)






