BERITA UTAMA

Idulfitri Momentum Menyatukan Umat, Ketua BAZNAS Sukabumi: Jangan Ada Darah yang Mengalir

×

Idulfitri Momentum Menyatukan Umat, Ketua BAZNAS Sukabumi: Jangan Ada Darah yang Mengalir

Sebarkan artikel ini
Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Dr. H. Unang Sudarma, SH., M.Si., menyerukan pentingnya persaudaraan, perdamaian, dan silaturahmi dalam khotbah Idulfitri di Masjid Raudhatul Irfan, Cibolang, Kecamatan Cisaat, Sabtu (21/03/2026).

SUKABUMI Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030, Dr. H. Unang Sudarma, SH., M.Si., bertindak sebagai khotib Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raudhatul Irfan, Cibolang, Kecamatan Cisaat, Sabtu (21/03/2026). Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa persaudaraan merupakan bagian penting bagi seluruh umat Islam.

Bank bjb Tandamata

Dr. Unang mengutip firman Allah bahwa orang beriman sesungguhnya bersaudara. Ia mengajak jamaah untuk memperbaiki hubungan antar sesama muslim, menjaga hidup damai, dan mencari solusi terbaik jika terjadi perselisihan.

“Jangan sampai ada darah yang mengalir. Hal paling sederhana adalah perdamaian,” tegasnya.

Ia mencontohkan teladan Nabi Muhammad SAW yang mampu mendamaikan suku-suku di Arab. Menurutnya, kebersamaan adalah kunci, karena manusia menghirup oksigen yang sama dan wajib menjunjung tinggi persaudaraan.

“Jalan terbaik dalam hidup ini adalah memperkokoh persaudaraan,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, Dr. Unang juga mengingatkan bahwa manusia hanyalah makhluk kecil, sementara Allah Maha Besar. Oleh karena itu, mempererat silaturahmi, berbicara dengan baik, dan menghargai perbedaan adalah wujud nyata dari iman.

Momentum bulan Syawal disebutnya sebagai kesempatan untuk saling meminta maaf dan menyambung persaudaraan. Ia menekankan pesan Nabi Muhammad tentang pentingnya menjaga lisan.

“Manusia diajari kesamaan, menjadikan perbedaan untuk saling menghargai. Kita sama-sama manusia, sama-sama makhluk Allah,” katanya.

Dr. Unang juga menyinggung kondisi dunia Islam saat ini. Menurutnya, meski teknologi berkembang pesat, kemanusiaan justru semakin terpuruk. Ia menyoroti konflik di Palestina sebagai contoh nyata lemahnya persatuan umat.