“Persatuan hanya buih di lautan. Indonesia harus jadi pemain utama dunia yang damai. Jika di lingkungan sendiri masih ada ego permusuhan, bagaimana kita bisa menunjukkan Islam sebagai agama yang merangkul, bukan memukul,” ujarnya.
Menutup khotbah, ia mengajak umat Islam untuk menatap masa depan dengan optimisme.
“Jangan biarkan energi kita habis untuk permusuhan. Mari saling memuliakan satu sama lain, menjadi perdamaian, dan membuktikan kepada dunia bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta,” pungkasnya.(hnd)






