Honorer ‘Keukeuh’ Minta Diangkat jadi PNS

RADARSUKABUMI.com – Aksi menuntut pemerintah untuk pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ternyata terus berlanjut. Kemarin (27/9), ratusan guru honorer se-Kota Sukabumi menggelar istighosah dan doa bersama di GOR SMA Negeri 1 Kota Sukabumi.

Ketua Presidium Peduli Guru Honorer Kota Sukabumi, Syarif Hidayatullah mengatakan, ini merupakan aksi lanjutan setelah sebelumnya guru honorer melakukan aksi mogok mengajar selama satu pekan.

Bacaan Lainnya

Dalam tuntutannya, mereka tetap menolak Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018.

Ketentuan itu dinilai cacat hukum dan sangat diskriminatif. Hal ini disebabkan pelamar CPNS pada tahun ini untuk honorer kategori dua harus di bawah 35 tahun. Padahal, rata-rata usia guru honorer di atas 35 tahun dan telah lama mengabdi dalam dunia pendidikan khususnya mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

“Kegiatan hari ini (kemarin.red) adalah puncak aksi sebelumnya. Dengan cara menggelar istighosah dan juga doa bersama, kita juga sudah menyampaikan aspirasi kita ke ketua Dewan Pendidikan dan juga Ketua Dewan Penasihat PGRI Kota Sukabumi.

Untuk selanjutnya, beliau-beliau ini menyampaikan langsung ke Walikota Sukabumi yang baru agar segera memberikan solusi,” ucap guru yang sehari-hari mengajar di SMPN 15 Kota Sukabumi ini.

Dikatakan Syarif, sama seperti aksi sebelumnya, kali ini ada beberapa aspirasi dan harapan kepada pemerintah daerah yaitu untuk menunda requitment pengangkatan CPNS 2018 yang baru sebelum dibereskannya masalah K2 di Kota Sukabumi. Serta, adanya revisi Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) supaya lebih manusiawi terhadap guru honorer.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *