“Kalau dugaan sementara itu akibat bahan bakar solar, tapi untuk lebih jelanya belum pasti, karena harus dilakukan uji laboratorium,” imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Kabid (Kepala Bidang) Pengendalian Limbah pada dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi Wiwin mengatakan, diakuinya setelah melakukan pengecekan kelokasi, langsung mengambil sample air laut yang selanjutnya nantinya akan dilakukan uji lab.
“Air nya memang ada bau solar, namun sampel yang dibawa nantinya akan di lakukan penelitian di Labkesda untuk lebih tau penyebabnya,” ucapnya singkat. (ndi/d)






